BIN Beri Vaksinasi untuk 750 Warga Cibeber dan Grogol

Baca Juga

MATA INDONESIA, CILEGON – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Banten atau Binda Banten menggelar vaksinasi massal kepada masyarakat di Kecamatan Cibeber dan Grogol, Kota Cilegon, Senin 6 Desember 2021. Vaksinasi berlangsung di halaman kantor dua kecamatan tersebut.

Kaposda BIN Kota Cilegon, Mayor Suatril Chaniago mengatakan bahwa vaksinasi ini merupakan kerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon.

“Totalnya ada 750 orang menjadi target vaksin hari ini, baik itu dosis pertama maupun dosis kedua, termasuk lansia yang kita datangi dari rumah ke rumah,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat di Kecamatan Cibeber dan Grogol begitu antusias datang ke lokasi vaksinasi.

“Untuk mendukung Pemerintah dalam mengejar capaian target, BIN akan terus menggelar vaksinasi kepada masyarakat,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini