Bikin SIM Baru pada 1 Juli, Selain Gratis Juga Dapat Sepeda, Jangan Ketinggalan!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pandeglang mengratiskan masyarakat yang ingin membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) baru maupun perpanjangan. Program ini merupakan upaya memperingati Hari Bhayangkara yang jatuh pda 1 Juli mendatang.

Adapun syarat yang bisa mengikuti program ini hanya satu, pemohon merupakan kelahiran 1 Juli. Selebihnya cukup membawa data pribadi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) beserta salinannya, SIM asli (jika perpanjangan), alat tulis, mengikuti tes kesehatan serta teori dan praktik (SIM baru).

Kasatlantas Polres Pandeglang, Iptu Riska Tri Arditia mengatakan tak hanya mendapatkan SIM gratis, para pemohon juga berhak mengikuti undian berhadiah

menjelaskan, masih ada program spesial lagi khusus 1 Juli 2020 mendatang. Pemohon SIM berhak mengikuti undian berhadiah berupa sepeda.

“Untuk pengundian doorprize khusus pemohon SIM baru,” ujarnya mengutip laman Korlantas Polri, Jumat 26 Juni 2020.

Riska menambahkan, undian berhadiah tersebut sudah dimulai sejak Rabu 24 Juni dan akan berlangsung hingga 1 Juli 2020 mendatang. Sementara program SIM gratis tetap dijadwalkan 1 Juli.

Terakhir Riska memastikan pelayanan SIM dan lainnya terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Berupa pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak (physical distancing), dan anjuran mencuci tangan selama di Satlantas Polres Pandeglang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini