Bikin Gaduh di Chelsea, Lukaku Minta Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Romelu Lukaku meminta maaf karena membuat situasi gaduh di Chelsea. Pemain asal Belgia itu tahu telah membuat fans The Blues marah.

Dalam wawancara bersama Sky Italia, Lukaku mengaku tak betah di Chelsea dan menyesal meninggalkan Inter Milan. Bahkan, dia menyebut ingin kembali memperkuat Nerazzurri.

Komentar kontroversial Lukaku membuatnya dicoret dari tim saat Chelsea bermain imbang 2-2 dengan Liverpool. Kini, mantan pemain Manchester United itu meminta maaf pada seluruh komponen tim dan fans.

“Kepada fans, saya minta maaf karena rasa kesal yang saya buat. Kalian tahu hubungan saya dengan klub ini sejak remaja, jadi saya bisa memahami kalian merasa kesal,” ujarnya, dikutip dari Sky Sports, Rabu 5 Januari 2022.

“Kini tugas saya mengembalikan kepercayaan kalian dan saya akan melakukan yang terbaik menunjukkan komitmen setiap hari di sesi latihan dan pertandingan dan berusaha meraih kemenangan,” katanya.

Lukaku sadar apa yang diucapkan bukan di waktu yang tepat. Dia meminta maaf pada seluruf staf, pelatih, dan pemilik klub.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini