Besok! Jaksa Pinangki Diperiksa Polri Terkait Djoko Tjandra

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Besok, Kamis 27 Agustus 2020, Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) bakal diperiksa oleh Mabes Polri di Kejaksaan Agung (Kejagung) pukul 10.00 WIB.

“Dia diperiksa sebagai saksi di kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang dilakukan Djoko Tjandra,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Rabu 26 Agustus 2020.

Sebelumnya, Mabes Polri sudah bersurat ke Kepala Kejaksaan Agung terkait hal tersebut. Sehingga nantinya, kasus suap ini, bisa berkembang siapa saja yang menerima aliran dana Djoko Tjandra.

Memang beberapa waktu yang lalu Kabareskrim melalui Direktur Tipikor Bareskrim Polri telah bersurat ke Kepala Kejaksaan Agung untuk meminta izin melakukan pemeriksaan terhadap jaksa PSM.

“Kami akan periksa PSM sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang dilakukan Djoko Tjandra,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 25 Agustus 2020.

Awi mengatakan, PSM belum wajib memenuhi pemeriksaan dari penyidik Polri. Sebab, kasus dugaan suap terhadap PSM masih dalam tahap penyelidikan belum penyidikan. Tetapi, ia ingin PSM tetap bersedia sebagai saksi untuk mengungkap aliran dana Djoko Tjandra.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

CKG Kesehatan Berkualitas untuk Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri

Oleh: Yusuf Achsan )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan posisinyasebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat, khususnya bagi lansia. Dalam menghadapitantangan penuaan populasi, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menempatkan pencegahan sebagai prioritasutama. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan lansiatetap sehat, mandiri, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memandang bahwa investasipada deteksi dini bukan sekadar intervensi medis, melainkan bagian daristrategi pembangunan jangka panjang. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa CKG berperan dalam meningkatkan umurharapan hidup sehat. Deteksi dini memungkinkan penyakit dikenali sejaktahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus menekan biaya pengobatan yang berpotensi membebanimasyarakat.Dalam perspektif yang lebih luas, pendekatan promotif dan preventif yang diusung pemerintah melalui CKG mencerminkan transformasi sistemkesehatan nasional. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak lagihanya diukur dari jumlah pasien yang sembuh, tetapi dari semakinbanyaknya masyarakat yang mampu mempertahankan kondisi sehat. Hal ini menjadi sangat relevan bagi lansia yang rentan terhadap penyakitkronis, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih terarah sejak dini.Program CKG juga terintegrasi dengan penguatan layanan kesehatanprimer, terutama melalui peran puskesmas sebagai garda terdepan. Pemerintah berupaya memastikan akses layanan kesehatan dapatmenjangkau hingga tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan menjadi faktor kunci dalammemperluas jangkauan program. Pendekatan ini menunjukkan keseriusanpemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.Selain berfokus pada penyakit tidak menular, CKG juga berkontribusidalam penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis. Wakil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini