Berubah Drastis! Begini Kondisi Terkini Roro Fitria di Balik Jeruji Besi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Artis Roro Fitria lama tak terdengar kabarnya lantaran harus mendekam di tahanan akibat terjerat kasus narkoba. Selama menjalani kehidupan di balik jeruji besi, perempuan yang dulu dikenal dengan keglamorannya itu kini berubah drastis.

Diungkapkan pengacara Roro Fitria, Asgar Sjarfi, artis 39 tahun itu kini begitu aktif mengikuti kegiatan di rutan. Ia rutin melakukan kegiatan amal di dalam tahanan.

Tak hanya itu, Roro juga banyak bergaul dengan penghuni rutan lainnya. Saat ini, Roro dibantu kuasa hukumnya juga tengah sibuk mengupayakan permohonan remisi Lebaran dengan jumlah yang banyak.

“Banyak, jadi itu yang membuat kami ajukan remisi karena kan beliau melakukan kegiatan di lapas, sosialisasi dengan teman-temannya,” kata Asgar Sjarfi, dikutip Rabu, 12 Juni 2019.

“Terus dia juga menyumbangkan ke masjid ya. Banyak sih yang dia lakukan di dalam. Mungkin itu adalah alasan kami mengajukan remisi, mudah-mudahan,” ujarnya menambahkan.

Roro Fitria sendiri divonis selama 4 tahun penjara dan denda Rp 800 juta. “Kalau sesuai ininya masih tiga tahun lagi, tapi kita meminta pihak lapas mungkin dapat remisi, segala macam,” kata Asgar.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini