Bersiap Akhir Oktober Ini, BKN Buka Lowongan untuk 100 Ribu CPNS

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pembukaan akan berlangsung pada 27 Oktober 2019, setelah presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Ma,ruf Amin dilantik pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan masih akan mengkaji jumlah data yang diberikan oleh pemerintah daerah (pemda) dan kementerian/lembaga (K/L). Data itu akan disesuaikan dengan jumlah anggaran dan gaji yang disiapkan pemerintah.

“Itu yang akan kami coba analisis apakah formasi yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan yang ada,” katanya.

Ia tak merinci jumlah lowongan PNS yang akan dibuka di masing-masing daerah dan K/L lain. Tapi yang pasti, pemerintah akan membuka kuota penerimaan PNS sebanyak 100 ribu.

Nantinya, BKN akan memberikan dokumen resmi yang berisi kebutuhan formasi PNS di daerah dan K/L lain kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) satu pekan setelah Jokowi-Ma’ruf dilantik.

Dokumen tersebut baru diberikan karena pihaknya menunggu kepastian siapa yang akan menjadi MenPAN-RB selanjutnya. “Saya akan melayangkan (dokumen itu) pada 27 Oktober,” katanya.

Namun, sebelum itu pemerintah akan mempersiapkan infrastruktur untuk pendaftaran CPNS. Dengan demikian, proses rekrutmen bisa langsung diselenggarakan tak lama setelah Jokowi-Ma’ruf dilantik.

Sebelumnya, MenPAN-RB Syafruddin menyatakan akan membuka 75 ribu formasi PPPK tahun ini. Artinya, total lowongan dengan CPNS berjumlah 175 ribu.

Syafruddin mengatakan pemerintah akan memprioritaskan lowongan formasi PPPK bagi guru dan tenaga kesehatan. Ia menegaskan kondisi saat ini masih banyak kekurangan guru dan dokter di seluruh wilayah Indonesia

 

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini