Berdinas, Menparekraf Sandiaga Jalan Kaki 500 Meter untuk Rapat dengan Menhub

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Berdinas, bagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno tidak melulu mengendarai mobil bagus, Selasa 5 Januari 2021, dia bahkan berjalan kaki sepanjang 500 meter untuk membicarakan Borobudur dan Dana Toba dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Kantor kedua kementerian itu memang sama-sama di Kawasan Merdeka Barat dan hanya terpisah beberapa blok saja.

Apalagi ada pedestrian lebar dan nyaman yang menghubungkan keduanya sehingga membuat Sandiaga Uno memutuskan berjalan kaki ke Kementerian Perhubungan.

Sandi tampak mengenakan baju putih dengan bordiran “Wonderful Indonesia” di bagian dada kirinya.

Protokolnya pun tidak ketat, dia tampak hanya ditemani seorang ajudan dan mengenakan sneakers. Sandi pun dengan santai masuk ke halaman Kementerian Perhubungan langsung rapat dengan Menhub dan jajarannya.

“Berjalan kaki dari kantor menuju Kementerian Perhubungan. Bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan, Pak Budi Karya. Membahas terkait pembangunan 5 destinasi super prioritas,” ujar Sandiaga yang dikutip Rabu 6 Januari 2021.

Meskipun rencananya membahas 5 destinasi, namun rapat itu fokus kepada Borobudur dan Danau Toba.

Sandiaga Uno jalan kaki ke Kantor Menhub. (Ig@sandiuno)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini