Benyamin Davnie: Kritik Mahasiswa adalah Energi, Kami Berpacu dengan Waktu Benahi Sampah Tangsel

Baca Juga

TANGERANG SELATAN, Minews – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, merespons aksi dan tuntutan mahasiswa terkait persoalan sampah dengan nada empatik. Benyamin menegaskan bahwa kegelisahan mahasiswa dan masyarakat adalah pengingat bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras dan transparan dalam membenahi tata kelola lingkungan di “Kota Anggrek” tersebut.

Benyamin menyatakan bahwa setiap poin tuntutan yang disampaikan merupakan masukan berharga. Saat ini, Pemkot Tangsel telah menetapkan status percepatan penanganan sampah melalui program 100 hari kerja yang terukur dan melibatkan tim Satgas lintas sektoral.

“Saya mendengar dan merasakan kegelisahan adik-adik mahasiswa serta warga. Kritik ini adalah energi bagi kami. Kami tidak tinggal diam; saat ini tim Satgas sedang bekerja di lapangan dalam kerangka program 100 hari untuk memastikan tidak ada lagi sampah yang telantar di ruang publik,” ujar Benyamin di Balai Kota Tangsel, Jumat (9/1/2026).

Langkah Strategis dan Solusi Hilir
Benyamin mengakui adanya kendala teknis yang cukup berat, terutama pasca-penutupan TPA Cipeucang dan penghentian sementara kerja sama dengan TPA Cilowong. Kondisi ini sempat membuat alur pembuangan sampah tersumbat.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Sebagai langkah cepat, kami sudah mengamankan kerja sama dengan TPA Cileungsi sehingga pembuangan sampah dari titik-titik penumpukan, termasuk di wilayah Ciputat, kini sudah mulai terurai kembali,” jelasnya.

Target 100 Hari Kerja
Berdasarkan rencana capaian tim percepatan, Pemkot Tangsel telah menyusun lini masa yang ketat untuk mengembalikan kebersihan kota. Beberapa target utama dalam 100 hari ke depan meliputi. Pembersihan Titik Rawan: Melakukan pengangkutan sampah secara masif dan rutin di titik-titik yang selama ini menjadi lokasi penumpukan liar.

Kemudian Optimalisasi Armada dengan penambahan frekuensi ritase pengangkutan dan perbaikan unit kendaraan yang terkendala. “Selain itu mempercepat kesiapan teknologi pengolahan residu sebagai solusi jangka panjang agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada TPA luar daerah.”

Benyamin menambahkan bahwa pihaknya juga membuka jalur komunikasi bagi warga untuk melaporkan penumpukan sampah secara langsung agar segera ditindaklanjuti oleh Satgas. Ia menegaskan bahwa koordinasi antar-OPD, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup hingga tingkat kecamatan, kini dilakukan setiap hari untuk memastikan target-target tersebut tercapai tepat waktu.

“Ini adalah kerja kolektif. Saya pastikan Pemkot Tangsel bertanggung jawab penuh. Kami ingin mahasiswa dan masyarakat terus mengawal proses ini agar Tangerang Selatan kembali bersih dan nyaman untuk kita semua,” pungkas Benyamin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini