Belum Didampingi Shin Tae-yong, Timnas U-19 Gelar Latihan Perdana

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum didampingi langsung pelatih Shin Tae-yong yang masih di Korea Selatan, Timnas Indonesia U-19 menjalani latihan perdana di Stadion Madya, Jakarta, Senin 16 November 2020.

Timnas U-19 sudah berkumpil di Jakarta sejak Jumat 13 November 2020 di Hotel Fairmont. Rencananya, pemusatan latihan (TC) akan dilakukan hingga 23 November.

Asisten pelatih timnas U-19, Nova Arianto mengatakan, hari ini para pemain Timnas U-19 latihan dengan intensitas sedang.

“Hari ini pemain latihan naik-turun tangga serta sebagian melakukan skipping. Hal ini untuk menjaga endurance mereka, untuk naik-turun tangga sekitar 20 menit dan kita bagi dua dengan yang melakukan skipping,” kata Nova, di laman resmi PSSI.

“Kondisi pemain dalam kondisi baik, tetapi pemain baru harus beradaptasi dengan situasi latihan ini. Secara fisik memang belum menyamai fisik pemain yang sudah TC di Kroasia kemarin. Kami berharap mereka bisa berlatih lebih maksimal untuk mengejar kondisi fisik dengan pemain yang sudah lama bergabung dengan tim,” tambahnya.

TC di Jakarta bagi timnas U-19 sebagai persiapan menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar bulan Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Selain itu, Garuda Muda akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 dimana Indonesia menjadi tuan rumah.

“Pada TC kali ini kami lebih fokus untuk melihat mental pemain dalam menjalani semua program latihan yang diberikan oleh tim pelatih. Karena semua program latihan dari coach Shin Tae-yong adalah bagaimana pemain menjalani latihan itu dengan baik,” ungkap Nova.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini