Belanda Kembali Kirim Donasi Vaksin Moderna untuk Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemerintah Belanda memberikan donasi kepada pemerintah Indonesia, sebanyak 680.400 dosis vaksin Covid-19 Moderna.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tinggi kepada negara sahabat yang telah ikut membantu dukungan vaksin,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, Rabu 10 November 2021.

Donasi vaksin Covid-19 dari Belanda ini bukan pertama kali. Pada 30 Oktober lalu, Belanda mengirimkan 819.600 dosis vaksin Moderna.

Usman menyebut, total vaksin Covid-19 yang telah tiba di Tanah Air sebanyak 331.058.750 dosis. Jumlah ini merupakan akumulasi dari berbagai merek, baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku atau bulk.

Data Kementerian Kesehatan hari ini pukul 12.00 WIB, 127.335.266 atau setara 61,14 persen orang sudah divaksinasi dosis pertama dari target sasaran 208.265.720. Sedangkan jumlah orang yang sudah divaksinasi dosis lengkap sebanyak 80.954.139 atau sekitar 38,87 persen.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menargetkan 168 juta atau sekitar 80 persen orang divaksinasi dosis pertama pada akhir 2021. Sementara itu, ditargetkan 124 juta atau sekitar 60 persen orang divaksinasi dosis dua atau lengkap. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini