Bayern vs PSG: Beda Pelatih, Tak Ada Misi Balas Dendam

Baca Juga

MATA INDONESIA, MUENCHENPSG akan berhadapan dengan Bayern Muenchen lagi di Liga Champions. Mauricio Pochettino mengatakan, laga ini bukan ajang balas dendam.

PSG akan tandang ke Allianz Arena, Kamis 8 April 2021 dini hari WIB pada leg pertama perempatfinal Liga Champions. Ini adalah laga ulangan final tahun lalu.

Saat itu, PSG dikalahkan oleh Bayern dengan skor 0-1. Meski berjumpa laga, tapi kini Les Parisiens tak lagi dilatih Thomas Tuchel. Posisinya digantikan Pochettino.

“Final musim lalu bukan benchmark bagi kami. Saat itu kami tidak ada di sana bersama staf saya. Kami hanya penonton,” ujar Pochettino, dikutip dari Sky Sports, Rabu 7 April 2021.

“Sebagai tambahan, laga ini akan dimainkan dua kali kandang dan tandang, jadi konteksnya berbeda. Balas dendam ada di olahraga, tapi bagi kami ini lebih kepada tantangan untuk mengalahkan tim kuat atau bahkan yang terbaik di dunia. Ini jadi sumber motivasi,” katanya.

Di laga nanti, Bayern tak bisa diperkuat bomber mautnya, Robert Lewandowski. Pemain asal Polandia itu sudah mencetak 10 gol dari 13 pertandingan di Liga Champions.

“Kekuatan Bayern itu kolektif. Ketika Anda menjuarai Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub, itu karena Anda punya sekumpulan pemain yang bagus,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Nyata Pemerintah Hadirkan Pendidikan Berkualitas dan Layanan Kesehatan Merata di Papua

Oleh : Yohanes Wandikbo )*Pembangunan Papua terus menunjukkan kemajuan melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah tidakhanya berfokus membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan masyarakat Papua memperoleh akses yang setara terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Berbagai program yang dijalankan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah menjadi bukti nyata komitmenmenghadirkan kesejahteraan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia.Di sektor pendidikan, pemerintah terus memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat Papua melalui berbagai kebijakan afirmatif. Langkah tersebut menjadi jawaban atastantangan geografis, keterbatasan fasilitas, dan kondisi ekonomi yang selama ini menghambatakses pendidikan. Dengan semakin terbukanya kesempatan memperoleh pendidikanberkualitas, generasi muda Papua diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.Salah satu program strategis yang tengah dijalankan adalah pembangunan Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik sekaligus memutusrantai kemiskinan melalui pendidikan.Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini