Bayern Lolos ke Final, Flick Soroti Lini Belakang

Baca Juga

MATA INDONESIA, LISBON – Bayern Muenchen mengalahkan Lyon dan berhasil melangkah ke final Liga Champions. Tapi, Hans Flick menyoroti kinerja lini belakang timnya.

Bayern menembus final Liga Champions usai menundukkan Lyon dengan skor 3-0, Kamis 20 Agustus 2020 dini hari WIB di Estadio Jose Alvalade. Serge Gnabry mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya dicetak Robert Lewandowski.

Ini adalah kali ke-11 Bayern tampil di final Piala/Liga Champions. Jumlah tersebut sama dengan yang ditorehkan AC Milan. Hanya Real Madrid yang lebih sering lolos ke final sebanyak 16 kali.

Penampilan Bayern berbeda ketika mengalahkan Barcelona 8-2. Bahkan, mereka bisa saja tertinggal 0-2 di awal-awal babak pertama andai Memphis Depay tak gagal menaklukkan Manuel Neuer dan sepakan Karl Toko Ekambi tak menerpa mistar gawang.

Pelatih Hans Flick sadar timnya tak bermain terlalu baik. Dia juga menyoroti penampilan lini belakang yang tak tampil seperti biasanya.

“Kami tahu laga ini akan berjalan sulit. Mereka datang ke sini dengan rasa percaya diri usai menyingkirkan Juventus dan Manchester City. Mereka kuat secara taktik dan membuat banyak masalah bagi kami di awal-awal,” kata Flick, dikutip dari BBC, Kamis 20 Agustus 2020.

“Kami tahu harus bisa bertahan lebih baik lagi. Kami sudah mengatakan ini sebelumnya, kami tak boleh dengan mudah kehilangan bola, tapi di laga ini kami sangat mudah kehilangan bola,” ujarnya.

Bayern akan menantang PSG di final Liga Champions. Bagi Die Roten, ini menjadi final ke-11, sementara bagi PSG merupakan final pertama sepanjang sejarah klub.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini