Barcelona Resmi Pecat Quique Setien

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Barcelona resmi memecat Quique Setien dari kursi kepelatihan. Setien hanya bertahan tujuh bulan di Camp Nou.

Setien ditunjuk melatih Barcelona pada Januari lalu menggantikan Ernesto Valverde. Pria asal Spanyol sebenarnya masih punya kontrak hingga 2022.

Tapi, hasil mengecewakan yang diraih Barcelona musim ini membuat manajemen memutus kerja sama lebih cepat. Setelah gagal mempertahankan gelar LaLiga, Blaugrana tersingkir di perempatfinal Liga Champions usai dipermalukan Bayern Muenchen dengan skor 2-8.

Setien memimpin 24 pertandingan Barcelona dengan rincian 16 kemenangan, tiga imbang, dan lima kekalahan. Kekalahan paling menyakitkan diterima Setien beberapa hari lalu di Lisbon di ajang Liga Champions.

“Dewan direksi sepakat Quique Setien tak lagi menjabat pelatih tim utama. Ini adalah keputusan pertama dalam restrukturisasi yang lebih luas dari tim utama yang disepakati sekretaris teknis saat ini dan pelatih baru akan dimumukan dalam beberapa hari ke depan,” bunyi pernyataan Barcelona, dikutip dari AS, Selasa 18 Agustus 2020.

Nama Ronald Koeman disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Setien. Sebelumnya, sempat juga beredar nama Mauricio Pochettino.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini