Barcelona Gagal Juara Piala Super Spanyol, Koeman Enggan Komentari Wasit

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEVILLE – Barcelona dikalahkan Athletic Bilbao di final Piala Super Spanyol. Ronald Koeman enggan mengomentari penampilan wasit, termasuk kartu merah yang diberikan kepada Lionel Messi.

Bertanding di Estadio de La Cartuja, Senin 18 Januari 2021 dini hari WIB, Barcelona kalah dengan skor 2-3. Pertandingan dilanjutkan dengan 2×15 menit setelah dalam waktu normal berakhir imbang 2-2.

Dua gol Barcelona diborong Antoine Griezmann, sedangkan dua gol Bilbao disarangkan Oscar de Marcos dan Asier Villalibre. Di babak tambahan 2×15 menit, Bilbao menambah satu gol melalui Inaki Williams.

Messi mendapat kartu merah dari wasit di penghujung laga setelah melayangkan tangannya ke arah wajah Villalibre.

“Lebih baik tak bicara soal wasit. Itu hanya akan mengulang hal-hal lalu dan saya tak suka melakukannya. Saya takkan bicara soal itu,” ujar Koeman, dikutip dari Marca, Senin 18 Januari 2021.

“Saya paham apa yang Messi lakukan hingga mendapat kartu merah. Saya tak tahu berapa banyak pelanggaran yang diterima Messi. Messi mencoba menggiring bola, tapi tak bisa. Apakah saya memaafkan Messi? Saya harus melihat insiden itu lagi,” katanya.

Sebelum pertandingan, ada spekulasi kondisi Messi tak cukup fit untuk bermain. Tapi, pada akhirnya pemain asal Argentina itu bermain. Sebelumnya, Messi absen di semifinal Piala Super Spanyol melawan Real Sociedad.

“Setelah bertahun-tahun, dia tahu kapan dia bisa main dan kapan tidak bisa main. Dia memutuskan bermain dan dia bermain. Itu saja,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini