Banyak Masyarakat Papua yang Sudah Rasakan Manfaat Otsus

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANOKWARI – Kehadiran program Otonomi khusus (Otsus) telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Papua. Hal ini disampaikan oleh Yustinus Ullo, Kepala Kampung Umcen, Distrik Warmere, Manokwari.

Ia pun berharap pemerintah pusat segera merealisasikan program Otsus jilid II.

“Karena dengan adanya dana Otsus ini Papua kini lebih berkembang dibandingkan tahun–tahun yang lalu,” ujarnya, dikutip Rabu 17 November 2021.

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak masyarakat kecil di Papua yang sudah merasakan dana Otsus yang diberikan oleh pemerintah.

“Namun ada juga masyarakat yang belum dapat. Untuk itu, kami juga berharap perlu adanya evaluasi Kembali terkait Otsus,” katanya.

Hal senada turut diungkapkan oleh seorang guru di Biak yang bernama Netha Maryen. Ia mengatakan bahwa Otsus sangat bermanfaat bagi masyarakat Papua khususnya di bidang pendidikan.

“Dana Otsus kami gunakan untuk membeli alat-alat peraga dan juga alat tulis supaya anak anak kami bisa belajar dengan baik,” ujarnya.

Netha pun sangat berterimakasih karena pemerintah sudah membantu masyarakat Papua melalui dana otsus.

Namun, ia berharap agar oknum–oknum yang tidak bertanggung jawab segera di tangkap karena melakukan korupsi dana otsus di Papua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini