Bantu Surabaya, PMI Sediakan Plasma Darah untuk Pasien Covid19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Untuk mempercepat tingkat kesembuhan, Palang Merah Indonesia (PMI) menyediakan plasma convalescent atau plasma darah mantan pasien positif Covid19.

PMI menurut Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla akan menyediakan darah kemudian rumah sakit rujukan akan mengelola dan memisahkan darah dari plasmanya.

“PMI Jawa Timur sudah melakukan kerjasama ini, untuk membantu tim dokter guna terapi plasma darah (plasma convalescent) kepada pasien COVID-19,” kata Jusuf Kalla merencanakan penggunaan plasma darah bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu 17 Juni 2020.

Selain mantan pasien yang sembuh, plasma darah itu juga bisa diambil dari mereka yang saat rapid test menunjukkan reaktif, tetapi hasil test swabnya negatif.

JK begitu Jusuf Kalla biasa dipanggil, mengingatkan semua pihak untuk membantu menekan peningkatan kasus positif tersebut.

Menurut JK, Jatim sekarang mengambil alih DKI Jakarta karena penambahannya terus tinggi setiap hari. Hal itu kemungkinan besar karena tingkat kepadatan penduduk Jatim lebih tinggi dari Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Antisipasi Super El Nino demi Melindungi Petani serta Rakyat

Oleh : Ricky RinaldiPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagainegara, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino berpotensimemicu musim kemarau yang lebih panjang, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi produktivitas pertanian, serta memengaruhi ketersediaan pangannasional. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada petani sebagai produsenpangan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi Super El Nino menjadi langkah strategis untuk melindungi petani sekaligus menjagaketahanan pangan nasional.Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan dasaryang harus dijaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim. Pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya memberikanpelajaran bahwa antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penangananketika dampaknya telah meluas. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terusdiperkuat agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi meskipun menghadapikondisi cuaca yang tidak menentu.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangansebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menghadapi potensi fenomenaSuper El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi musim kemarau di Indonesia, Presiden memanggil jajaran terkait untuk memastikan kesiapan nasional, mulai darikecukupan cadangan pangan, penguatan infrastruktur pertanian, hingga langkah-langkah antisipatif bagi petani. Pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebutmerupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperolehakses pangan yang cukup meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini