Bamsoet Setuju Gedung MPR/DPR Dijadikan RS Darurat Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Adanya usulan gedung MPR/DPR dijadikan rumah sakit darurat Covid-19, mendapat dukungan penuh dari Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.

Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet itu, dengan difungsikannya halaman Kompleks Majelis bisa untuk mengurangi beban rumah sakit yang sudah kelebihan kapasitas.

Pengalihan fungsi tersebut dimaksudkan jika rumah sakit sudah tidak mampu untuk menangani pasien covid-19 lagi.

Selain itu, Bamsoet juga menyinggung tentang bagaimana masyarakat berperan membantu tenaga kesehatan dalam memerangi covid-19.

“Ketaatan masyarakat dalam mematuhi peraturan PPKM Darurat, disiplin menjalankan protokol kesehatanm serta menerima vaksinasi covid-19 merupakan bagian dari sikap bela negara. Tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga keluarga serta masyarakat lain,” ujarnya.

FKPPI kata dia, akan mempercepat program vaksinasi covid-19 untuk membantu pemerintah.

“Gugus Tugas FKPPI akan bekerja sama dengan berbagai stakeholders untuk menyiapkan tenaga kesehatan sekaligus sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” katanya.

Sebelumnya, pada beberapa waktu lalu ada usulan dari ekonom senior, Rizal Ramli yang menyarankan supaya semua gedung DPR/DPRD di seluruh Indonesia digunakan untuk tempat perawatan pasien covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini