Bambang Pamungkas Masih Berikan Nafkah untuk Anak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTABambang Pamungkas digugat Amalia Fujiawati terkait asal-usul dan nafkah anak. Meski demikian, mantan manajer Persija itu masih memberikan nafkah.

Bambang Pamungkas dan Amalia disebut pernah menikah siri selama tiga tahun sebelum akhirnya berpisah pada Desember 2020.

Dalam gugatannya, Amalia ingin mantan penyerang timnas Indonesia itu mengesahkan status anaknya yang lahir pada 2019 lalu. Amalia juga meminta agar anak yang kini berada di dalam kandungannya disahkan di mata hukum.

Menurut pengacara Amalia, Ali Nurdin, kliennya tak lagi saling komunikasi. Tapi, Bambang Pamungkas masih tetap memberikan nafkah untuk anaknya.

“Materi masih memberikan sampai sekarang. Kalau ada pengurangan dari biasanya karena COVID-19 juga jadi pemasukan ada penurunan. Tapi masih membiayai, cuma bukan masalah semua dibiaya. Ada hal lain yang diperhitungkan,” kata Ali Nurdin.

Gugatan yang dilayangkan Amalia bukan hanya terkait pengesahan status anaknya di mata hukum. Dia ingin menegaskan jumlah nafkah yang pasti.

“Langsung tranfer dia (Bambang Pamungkas). Tapi ‘kan besarnya yang harus dikomunikasikan ya. Apakah itu cukup untuk anak dua. Tapi ‘kan beban juga ke anak kalau dia nggak tau bapaknya. Hal-hal seperti itu yang kita pikirkan untuk kehidupan ke depan,” ungkapnya.

Rencananya sidang perdana gugatan Amalia kepada Bambang Pamungkas akan digelar hari ini, Rabu 31 Maret 2021.

Bambang Pamungkas digugat Amalia terkait asal-usul dan nafkah anak. Gugatan tersebut diungkapkan oleh Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Taslimah, Kamis 25 Maret 2021. Amalia mengajukan gugatan tidak secara langsung, melainkan via elektronik court atau e-court.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini