Bahaya! Jembatan MA Salmun Kota Bogor Mau Ambruk

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Salah satu tiang penyangga jembatan di Jalan MA Salmun, Kota Bogor mengalami keretakan parah dan bisa membuat jembatan ambruk sewaktu-waktu.

Untuk mengantisipasinya, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bogor Dody Wahyudin akan menyiapkan rekayasa lalu lintas di Jalan Mayor Oking dan MA Salmun untuk mengurangi beban kendaraan yang melewati jembatan tersebut.

“Tim menilai keretakan tiang penyangga tersebut sudah dalam tahap membahayakan sehingga beban di atas jembatan harus dikurangi,” katanya.

Karena itu, Tim dari Dinas Perhubungan kemudian melakukan penutupan separuh badan jalan di jembatan tersebut, yakni dari arah Pasar Anyar menuju ke Pasar Merdeka.

Di jembatan tersebut, tampak separuh badan jalan dibatasi pembatas jalan dari plastik berwarna oranye atau “water barrier” dan dipasang spanduk yang menyebutkan bahwa jembatan mengalami kerusakan.

Karena itu, dari arah Pasar sebelum menuju ke jembatan di Jalan MA Salmun, kendaraan roda empat dan roda dua akan dibelokkan ke Jalan Mayor Oking.

Menurut Dody, Jalan Mayor Oking sebelumnya berlaku satu arah arus lalu lintas dan akan diberlakukan dua arah. Karena itu, Jalan Mayor Oking dibersihkan dan dibuat menjadi lebih lebar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini