Bagi Sembako dengan Tas Bergambar Puan Maharani Jadi Kode Keras PDIP di Pilpres 2024

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sepertinya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah bulat untuk mengusung Ketua DPR RI Puan Maharani untuk maju dalam Pilpres 2024.

Hal itu ditandai dengan intruksi fraksi PDIP agar anggotanya di Parlemen untuk membagikan sembako dengan tas bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani.

Tas sembako bertuliskan ‘Sumbangan Puan Maharani’ harus dibagikan pada saat anggota Fraksi PDIP memberikan bantuan atau reses di dapilnya masing-masing.

“Kegiatan tersebut sudah banyak dilakukan anggota fraksi. Kali ini dilakukan bersama-sama di masa reses. Dengan demikian harus dilakukan koordinasi yang rapi, karena ada sejumlah anggota di dapil yang sama. Kami berharap efektivitas bantuan menjadi lebih baik, dengan jangkauan yang lebih merata,” ujar Anggota Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Kamis 23 Desember 2021.

Hendrawan menyebut bantuan sembako pada masyarakat merupakan program gotong royong berskala besar (PGRBB) PDIP.

“Fraksi PDI-P DPR-RI melakukan inisiatif konkret sebagai rangkaian ekspresi solidaritas kepada struktur partai dan masyarakat. Ini bagian dari program gotong royong berskala besar (PGRBB) yang berkali-kali kami suarakan. Kali ini program tersebut berupa pembagian beras/sembako,” katanya.

Adapun dalam sebuah surat edaran, anggota DPR Fraksi PDIP diwajibkan membagikan sembako di dengan tas bergambar Puan Maharani. Anggota biasa diwajibkan membagikan 2.000 sembako atau total senilai Rp100 juta.

Kapoksi wajib membagikan 8.000 bingkisan senilai Rp400 juta. Pimpinan komisi wajib membagikan 10.000 bingkisan atau total senilai Rp 500 juta. Pembagian sembako dilakukan pada 25 Desember 2021 hingga 5 Januari 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini