Ayu Laksmi: Film Tularkan Pengetahuan Sejarah Indonesia ke Generasi Muda

Baca Juga

MINEWS, SURABAYA – Film diyakini bisa menjadi media untuk mengenalkan sejarah Indonesia kepada generasi anak muda. Seperti yang diungkapkan aktris cantik Ayu Laksmi, medium film menjadi salah satu media yang paling cepat dan tepat untuk ‘menularkan’ pesan khususnya tentang sejarah.

Salah satunya melalui melalui film seperti “Perburuan” dan “Bumi Manusia”. Menurut Ayu, masyarakat menjadi tahu bagaimana bangsa Indonesia bisa terbentuk dan perjuangan rakyat untuk mendapat kemerdekaan.

“Kalau saya lihat kebiasaan (atau) kultur di Indonesia, apapun bisa ditularkan. Makanya, perlu adanya gerakan bersama bukan cuma anak muda,” kata Ayu saat berbincang dalam gala premier “Bumi Manusia” di Surabaya, Sabtu 10 Agustus 2019.

Pemeran tokoh ‘Ibu’ dalam film ‘Pengabdi Setan’ ini menambahkan, film bisa membuat kita semua mengetahui soal histori bagaimana manusia Indonesia terdahulu, supaya belajar tentang bagaimana menjadi bangsa.

Sebabnya, penting mengajak anak muda supaya bisa (juga) mengajak yang lain. Seperti mengajak Iqbaal dalam film. “Setidaknya, dia bisa mengajak para pengikutnya. (Mereka) tidak perlu suka, tapi tahu (sejarah).”

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini