Ayo Cegah! Ternyata 90 Persen Penularan Virus Corona Lewat Cara Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Penularan virus corona diketahui paling banyak menyebar melalui droplet atau tetesan yang masuk ke mata, hidung dan mulut yang dibawa oleh jari.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan bahwa kurang lebih 90 persen penularan kasus virus corona penyebarannya melalui cara tersebut. Maka dari itu, penggunaan masker kain tiga lapis serta cuci tangan sangat pentinglah.

“First line defense atau pertahanan paling depan adalah menggunakan masker dan cuci tangan,” ujar Wiku.

Ia menambahkan bahwa second line defense atau pertahanan berikutnya adalah perilaku menjaga kebersihan dengan mandi setelah bepergian mencuci baju membersihkan permukaan barang dengan disinfektan.

Wiku mengimbau bahwa penyemprotan disinfektan hanya boleh digunakan untuk benda atau barang sehingga tidak disarankan untuk disemprotkan ke tubuh manusia.

“Kami juga sampaikan tentang batasan penggunaan desinfektan sesuai dengan edaran Kementerian Kesehatan tidak menganjurkan pemakaian bilik disinfektan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wiku juga menjelaskan kalau pentingnya penggunaan masker kain tiga lapis dapat menangkal virus masuk mencapai 70 persen.

“Dengan demikian masyarakat diharapkan untuk tetap jaga jarak saat berada di keramaian minimal 1 sampai 2 meter dan apabila tidak memiliki kegiatan penting di luar sebaiknya tetap tinggal di rumah,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini