Ayah Kiper Liverpool Meninggal Dunia karena Tenggelam

Baca Juga

MATA INDONESIA, RINCAO DO INFERNO – Kabar duka datang dari kiper Liverpool, Alisson Becker. Sang ayah, Jose Becker, meninggal dunia karena tenggelam.

Jose tenggelam saat sedang berenang di danau dekat kediamannya di pusat kota Rincao do Inferno. Dia dinyatakan hilang pada Rabu 24 Februari sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Departemen pemadam kebakaran mengirimkan tim untuk membantu pencarian. Setelah beberapa jam, jenazahnya ditemukan sekitar pukul 23.59. Tidak ada laporan dugaan kasus kekerasan atau pembunuhan.

Internacional, mantan klub Alisson, mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya ayah kiper asal Brasil tersebut.

“Dengan penuh rasa sedih, kami mendapatkan berita meninggalnya Jose Agostinho Becker, ayah dari dua mantan kiper kami, Alisson dan Muriel,” tulis pernyataan resmi Internacional, dikutip dari ESPN, Kamis 25 Februari 2021.

Saat ini adik Alisson bermain untuk klub Brasil Fluminense. Alisson bergabung ke Liverpool dari AS Roma di 2018 dan membantu timnya juara Liga Champions di 2019.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini