Awas Perubahan Ekstrem Cuaca Hari Ini, Daerahmu Ada?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bagi Anda yang akan keluar rumah hari ini hati-hati, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan adanya cuaca ekstrem hari ini Rabu 23 Desember 2020 di sejumlah provinsi di Indonesia.

Mulai dari panas terik dan tiba-tiba hujan deras dengan potensi petir dan angin kencang.

18 provinsi di antaranya berpotensi hujan petir dan angin kencang. Sementara itu, wilayah lainnya berpotensi hujan petir, hujan sedang-lebat, angin kencang,dan gelombang tinggi.

Berikut daftar peringatan dini BMKG hari ini, Rabu, 23 Desember 2020, dilansir bmkg.go.id :

Wilayah berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang :

1. DKI Jakarta

Jaksel

Jaktim

2. Gorontalo

Taluditi

Anggrek

3. Jambi

Tanjung Jabung Timur

Tanjung Jabung Barat

Batanghari

Tebo

Bungo

Sarolangun

4. Jawa Barat

Bogor

Depok

Bekasi

Karawang

Subang

Sukabumi

Indramayu

Cirebon

Majalengka

Purwakarta

Sumedang

5. Jawa Timur

Mojokerto

Pasuruan

Probolinggo

Situbondo

Pulau Bawean

Sumenep

6. Kalimantan Barat

Ketapang

Kayong Utara

Melawi

7. Kalimantan Selatan

Banjarmasin

Banjarbaru

Banjar

Barito Kuala

Tapin

Hulu Sungai Selatan

Hulu Sungai Utara

Hulu Sungai Tengah

Tabalong

Kotabaru

Tanah Laut

Tanah Bumbu

Balangan

8. Kalimantan Tengah

9. Kalimantan Utara

Kayan Hilir

Tana Lia

Pujungan

Malinau

Malinau Selatan

Malinau Selatan Hilir

Malinau Selatan Hulu

Peso

Sekatak

Sungai Boh

10. Lampung

Bandar Lampung

Lampung Selatan

Lampung Utara

Lampung Tengah

Tanggamus

Pesawaran

Pringsewu

Tulang Bawang

Tulang Bawang Barat

Pesisir Barat

Lampung Barat

Lampung Timur

Metro

Mesuji

11. Maluku

Ambon

Buru

Seram bag. Barat

Maluku Barat Daya

12. Nusa Tenggara Barat

Mataram

Lombok Barat

Lombok Utara

Lombok Timur

Lombok Tengah

Sumbawa Barat

Sumbawa

Dompu

Bima

13. Nusa Tenggara Timur

Manggarai

Manggarai Barat

Manggarai Timur

Ngada

Nagekeo

Ende

Sikka

Flores Timur

Lembata

Alor

Belu

TTU

TTS

Kab. Kupang

Kota Kupang

Rote Ndao

14. Sulawesi Selatan

Masamba

Malili

Barru

Pangkep

Maros

Makassar

Gowa

15. Sulawesi Tengah

Morowali

Morowali Utara

Touna

Banggai

Bangkep

Balut

Poso

Parimo

Donggala

Sigi

Kota Palu

Tolitoli

Buol

16. Sulawesi Tenggara

Konawe Selatan

Kolaka

Kolaka Timur

Kolaka Utara

Bombana

Konawe Utara

Konawe

Kendari

17. Sulawesi Utara

Manado

Bitung

Tomohon

Minahasa Selatan

Bolmong

Bolmong Utara

Kep. Sitaro

Kep. Sangihe

Kep. Talaud

Minahasa Utara

Minahasa

18. Sumatera Selatan

Lahat

Pagaralam

Musi Rawas

OKU

OKU Selatan

Muara Enim

OKI

Banyuasin

Musi Banyuasin

OKU Timur

Palembang

Ogan Ilir

 

Wilayah berpotensi hujan kilat/petir:

1. Aceh

Aceh Barat Daya

Aceh Tenggara

Aceh Selatan

Aceh Tenggara

2. Kalimantan Timur

 

Wilayah berpotensi angin kencang:

1. Maluku

Maluku Tengah

Kep. Tanimbar

2. Nusa Tenggara Barat

 

Wilayah berpotensi gelombang tinggi :

1. Bali (2 meter atau lebih)

Selat Bali bag. selatan

Selat Badung

Selat Lombok bag. Selatan

Samudra Hindia selatan Bali

2. Banten

Selat Sunda bag. Selatan

Perairan Selatan Banten

Samudra Hindia Selatan Banten

3. Nusa Tenggara Barat (2 meter atau lebih)

Selat Lombok bag. Selatan

Selat Alas bag. Selatan

Samudra Hindia selatan NTB

Selat Sape bag. Selatan

4. Sulawesi Selatan (Gel. 1.25-2.5 meter)

Selat Makassar bagian selatan

Perairan Pare-Pare

Perairan barat Kepulauan Selayar

Perairan Sabalana

Teluk Bone bagian Utara

Teluk Bone bagian Selatan

Perairan timur Kepulauan Selayar

Laut Flores bagian Utara

Perairan Bonerate-Kalaotoa bagian Utara

Perairan Bonerate-Kalaotoa bagian Selatan

Laut Flores bagian Timur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini