Awas Klaster Baru, 4 Simpatisan Rizieq Shihab yang Ditangkap Reaktif Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kekhawatiran semakin meluasnya jumlah orang yang terpapar Covid-19 karena abai terhadap protokol kesehatan semakin terbukti. Empat orang dari ratusan massa simpatisan Rizieq Shihab dinyatakan reaktif Covid-19 setelah melakukan aksi massa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis 24 Juni 2021.

Polisi yang mengamankan ratusan massa tersebut melakukan swab antigen. Dan hasilnya empat orang dinyatakan reaktif corona. Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Kompol Suardi Jumat 25 Juni 2021 mengatakan, keempat orang itu kemudian dibawa ke Rusun Cilincing, Jakarta Utara untuk melakukan isolasi.

Suardi menyatakan, massa simpatisan yang hasil swabnya negatif sudah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah menjalani pemeriksaan. Mereka diamankan karena hendak ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk menyaksikan sidang vonis terkait kasus data swab di RS Ummi, Bogor.

Dalam kasus ini, Hakim menyatakan Rizieq bersalah terkait kasus data swab di RS Ummi. Rizieq Shihab dihukum 4 tahun penjara atas perbuatannya.

Hakim meyakini Habib Rizieq terbukti bersama-sama Hanif Alatas dan Andi Tatat menyebarkan berita bohong dengan sengaja yang menimbulkan keonaran di masyarakat.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini