Awal Tahun 2022, Provinsi Kaltara Masih Zona Kuning Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, TARAKAN – Tercatat ada lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masih dalam zona kuning penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy pada Senin 3 Januari 2022.

“Beberapa bulan terakhir ini lima kabupaten/kota di Kaltara bertahan pada zona kuning,” ujarnya.

Untuk keluar dari zona tersebut, Agust mengatakan pemerintah terus berupaya untuk menekan terjadinya peningkatan paparan Covid-19 di provinsi termuda Indonesia ini. Salah satunya dengan menggenjot pelaksanaan vaksinasi di semua elemen masyarakat.

“Tentu target kita Kaltara dapat segera masuk zona hijau. Semoga dapat tercapai dalam waktu dekat ini,” kata pria yang juga menjabat Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara ini.

Untuk mencapai target ini, pihaknya berharap perlu kerja sama dari seluruh masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes). Tak terkecuali menjalankan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Prokes ini kunci utama untuk memutus rantai penularan Covid-19 di masyarakat,” kata dia.

Hingga saat ini, total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltara mencapai 35.920 orang. Dengan rincian di Tarakan 13.325 orang, di Bulungan 11.907 orang, di Nunukan 6.240 orang, di Malinau 2.802 orang dan di Tana Tidung 1.646 orang.

Namun angka kesembuhan juga cukup tinggi yaitu sebanyak 35.080 orang, dengan sebaran terbanyak di Tarakan, lalu Bulungan, Nunukan, Malinau dan terakhir Tana Tidung.

Sedangkan untuk pasien masih dirawat di Kaltara tersisa 24 orang, dengan rincian di Bulungan 14 orang, di Tarakan 5 orang, di Malinau 3 orang, serta di Nunukan dan Tana Tidung masing-masing 1 orang. “Untuk yang dirawat ini terbagi di dua tempat perawatan, yaitu di ruang isolasi rumah sakit sebanyak 2 orang dan 22 orang lainnya isolasi mandiri (isoman),” katanya.

“Kalau yang meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 816 orang, yang terdiri dari 354 orang di Tarakan, 206 orang di Bulungan, 137 orang di Nunukan, 93 orang di Malinau dan 26 orang di Tana Tidung,” ujarnya lagi.

Sementara dari sisi peta risiko zonasi Covid-19, belum ada perubahan, hingga memasuki awal tahun. Semua daerah masih bertahan di kategori zona kuning. Diharapkan, semua indikator terus menurun sehingga risiko penularan (zonasi) ini juga ikut menurun.

“Untuk protokol kesehatan terus kita imbau. Supaya kita terus bisa menekan angka penyebaran Corona ini,” katanya.

Reporter: Puji Christianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini