Asik, Presiden AS Berikan Insentif Rp1,4 Juta untuk Warganya yang Baru Divaksin

Baca Juga

MATA INDONESIA, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden meminta negara bagian untuk memberikan insentif sebesar 100 USD atau sekitar 1,4 juta Rupiah untuk mereka yang baru divaksinasi. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi tingkat vaksinasi yang lesu di tengah lonjakan virus corona.

Mantan Senator Delaware itu juga mengeluarkan persyaratan vaksin baru yang ketat untuk para pekerja federal AS –tenaga kerja terbesar di Negeri Paman Sam dengan sekitar 2 juta pekerja.

Perintah tersebut mengharuskan karyawan untuk menunjukkan bukti vaksinasi atau menjalani pengujian dan wajib memakai masker. Berdasarkan data resmi, hanya setengah dari populasi AS telah sepenuhnya divaksinasi.

Preiden Biden mengatakan, berbagai langkah baru merupakan hasil dari penyebaran varian Delta yang sangat menular. Kondisi tersebut diperparah oleh pandemi orang yang enggan divaksinasi Covid-19.

“Orang-orang sekarat dan akan mati yang tidak seharusnya mati,” kata Presiden Biden dalam pidatonya di White House, seperti dilansir BBC.

“Insentif moneter mungkin terasa tidak adil bagi orang Amerika yang sudah divaksinasi, tetapi kita semua mendapat manfaat jika kita bisa membuat lebih banyak orang divaksinasi,” sambungnya.

Negara bagian AS akan menggunakan uang dari undang-undang Rencana Penyelamatan Amerika senilai 1,9 triliun USD untuk mendanai insentif tersebut. Biden memastikan bahwa pemerintah federal akan mengembalikan sepenuhnya usaha kecil atau menengah yang memberi para pekerja mereka waktu istirahat untuk divaksinasi.

Pada Juni, sebuah penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 99 persen kematian akibat Covid-19 terjadi di antara yang tidak divaksinasi. Dan awal pekan ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC merevisi kebijakan, di mana setiap warga AS yang sudah divaksinasi untuk kembali memakai masker –menyusul merebaknya varian Delta.

Pemakaian masker dalam ruangan juga saat ini direkomendasikan untuk orang-orang di daerah dengan tingkat penularan Covid yang lebih tinggi. New York, California, dan beberapa negara bagian lain telah melangkah lebih jauh – mengharuskan masker dipakai di ruang publik dalam ruangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini