AS Berharap Dapat Memvaksinasi 100 Juta Warganya pada Februari

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Amerika Serikat (AS) berharap dapat memberikan vaksin virus corona terhadap 100 juta warganya atau sekitar 40% dari populasi orang dewasa di Negeri Paman Sam. AS sendiri dikabarkan akan mulai melakukan vaksinasi pada pertengahan Desember 2020.

Sementara itu, jumlah infeksi virus corona terus mengalami lonjakan. Rumah sakit di California misalnya, rawat inap untuk pasien positif corona telah meningkat hampir 90% dan diperkirakan akan naik tiga kali lipat menjelang Natal.

“Antara pertengahan Desember dan akhir Februari, kami berpotensi mengimunisasi 100 juta orang,” kata Kepala Penasihat Program Operation Warp Speed, Moncef Slaoui, melansir English al Arabiya, Kamis, 3 Desember 2020.

Slaoui melanjutkan, kelompok yang dianggap paling rentan terpapar virus corona akan masuk dalam daftar prioritas, yakni orang tua, petugas kesehatan, dan responden pertama.

Saat produksi kedua vaksin meningkat, 20 juta orang akan tercapai pada Desember, 30 juta pada Januari, dan 50 juta pada Februari sehingga total 100 juta orang.

Slaoui menambahkan, vaksin AstraZeneca-Oxford mungkin dievaluasi hanya berdasarkan uji klinis besar di AS yang melibatkan 15 ribu orang, dan bukan berdasarkan data dari Inggris dan Brasil. Sementara vaksin Pfizer-BioNTech telah disetujui oleh Inggris pada Rabu (2/12), prosesnya lebih lambat dan lebih umum di AS.

FDA tidak akan memberikan otorisasi penggunaan darurat (EUA) sebelum pertemuan publik komite penasihat diadakan pada 10 Desember. Untuk vaksin Moderna, pertemuan serupa akan dilakukan pada 17 Desember.

“Ketika keputusan EUA datang, distribusi ke rakyat Amerika menjadi segera dalam waktu 24 jam, itulah tujuan kami,” kata Jenderal Gus Perna, kepala operasional OWS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini