Arsene Wenger Dapat Jabatan Strategis di FIFA, Pensiun Melatih?

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL - Setelah menganggur sejak 2018 lalu, mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger mendapat posisi strategis di FIFA, yakni sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global.

Pensiunkah Wenger dari profesi sebagai pelatih?

Sejak memutuskan mundur sebagai manajer Arsenal pada akhir musim 2017/2018 lalu, pria asal Prancis itu akhir-akhir ini sebenarnya digosipkan dekat dengan kursi kepelatihan Bayern Munich, yang baru saja memecat Niko Kovac.
Namun, rupanya ia lebih memilih bergabung di FIFA dan mengisi jabatan yang sebelumnya diduduki Marco van Basten. Dalam posisi baru ini, Wenger akan memantau panel pembuat aturan sepakbola yang dikenal sebagai IFAB, juga program-program kepelatihan dan analisis teknis pada turnamen-turnamen FIFA.
“Saya menantikan tantangan yang luar biasa penting ini, bukan cuma karena saya sudah selalu tertarik menganalisis sepak bola dari perspektif yang lebih luas, tapi juga karena misi FIFA sebagai badan pengatur sepakbola benar-benar global,” ujar Wenger seperti dikutip Sky Sports, Rabu 13 November 2019.
Wenger percaya, dengan posisi baru ini ia bisa mengembangkan permainan dalam banyak komponen berbeda. Ia mengaku akan fokus untuk jabatan anyar ini dan mengerahkan semua energinya.
Berita Terbaru

Saat Pemerintah dan BI Bersinergi Menjaga Rupiah

Oleh : Ricky Rinaldi Stabilitas nilai tukar rupiah memiliki peran penting dalam menjaga ketahananekonomi nasional. Di tengah dinamika ekonomi global yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan moneter negara maju, serta fluktuasi pasar keuangan internasional, nilai tukar menjadi salah satu indikator yang mencerminkan kepercayaan terhadap perekonomian suatu negara. Dalam situasitersebut, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor kunci dalammenjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.Nilai tukar tidak hanya berkaitan dengan transaksi perdagangan internasional, tetapijuga berpengaruh terhadap inflasi, investasi, dan daya beli masyarakat. Ketika rupiah berada dalam kondisi stabil, pelaku usaha dapat melakukan perencanaanbisnis dengan lebih baik dan masyarakat memiliki kepastian yang lebih besar dalammenjalankan aktivitas ekonomi. Karena itu, stabilitas rupiah menjadi kepentinganbersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa stabilitasekonomi merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan nasional. Dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang, pemerintahberkomitmen menjaga kepercayaan pasar melalui kebijakan yang terukur dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Stabilitas rupiah menjadi bagian dariupaya menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan kondusif.Pemerintah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang disiplin dan berkelanjutan. Pengelolaan Anggaran Pendapatandan Belanja Negara yang sehat memberikan sinyal positif kepada pasar bahwaperekonomian nasional berada dalam kondisi yang terkendali. Ketika kebijakan fiskalberjalan secara kredibel, tekanan terhadap nilai tukar dapat diminimalkan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa koordinasi kebijakanmenjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi global. Menurutnya, pengelolaan fiskal yang prudent perlu berjalan seiring dengankebijakan moneter yang responsif agar stabilitas ekonomi dapat tetap terjaga. Pendekatan yang terintegrasi akan memperkuat kemampuan Indonesia menghadapiberbagai tekanan eksternal.Di sisi lain, Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini