Aparat Gabungan Berkomitmen Tindak Kekejaman OPM Pasca Penembakan Warga Sipil di Yahukimo

Baca Juga

MataIndonesia, Yahukimo – Aparat gabungan TNI dan Polri menegaskan komitmen untuk menindak tegas pelaku penembakan terhadap warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Langkah cepat dilakukan melalui koordinasi intensif serta pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat di wilayah rawan.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi erat dengan jajaran kepolisian guna mempercepat proses penindakan terhadap pelaku. Menurutnya, aparat gabungan kini melakukan pengejaran besar-besaran terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI/Yahukimo yang diduga bertanggung jawab atas insiden penembakan tersebut.

“Koops TNI Habema akan berkoordinasi dengan Polri dan melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM yang terlibat dalam penembakan ini,” ujar Wirya.

Ia menjelaskan, tim gabungan telah dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian kelompok tersebut. Penyisiran dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kondisi geografis wilayah serta mengutamakan keselamatan masyarakat. Selain itu, aparat juga meningkatkan pengamanan di sejumlah kampung guna mencegah terjadinya gangguan lanjutan.

Wirya menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga memastikan situasi tetap kondusif. Aparat turut berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi di lapangan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Aparat hadir untuk menjamin keamanan dan akan terus melakukan langkah-langkah terukur demi melindungi warga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa patroli taktis dan penyisiran yang dilakukan merupakan bagian dari langkah strategis menjaga stabilitas keamanan, khususnya di daerah dengan tingkat kerawanan tertentu. Menurutnya, operasi tersebut dirancang untuk mencegah potensi gangguan serta memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

“Patroli taktis dan penyisiran dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk memastikan wilayah tetap aman. Kami terus mengedepankan langkah terukur guna meminimalisasi potensi gangguan keamanan,” ujarnya.

Faizal menegaskan seluruh kegiatan dilakukan secara transparan dengan mengedepankan perlindungan masyarakat. Aparat gabungan juga terus memperkuat pengawasan di jalur-jalur strategis serta meningkatkan koordinasi lintas sektor agar situasi keamanan tetap terkendali.

“Seluruh kegiatan dilaksanakan secara transparan dengan mengedepankan perlindungan dan keselamatan masyarakat. Upaya ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis,” tegasnya.

Dengan langkah terpadu tersebut, aparat gabungan memastikan negara hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat Yahukimo. Pemerintah bersama TNI-Polri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan warga sipil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PP TUNAS Diperkuat, Pendidik Tekankan Etika Digital demi Pendidikan Bermutu Anak

MataIndonesia, Jakarta — Penguatan implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) semakin...
- Advertisement -

Baca berita yang ini