Apa Kabar 23 Nelayan Aceh yang Ditangkap Myanmar?

Baca Juga

MINEWS, ACEH – Sampai hari ini, belum ada kabar baik menaungi 23 nelayan yang ditangkap otoritas Myanmar pada 6 Februari 2019 lalu dengan tuduhan dugaan pencurian ikan.

Menurut Panglima Laot atau Lembaga Adat Laut Acehusai berkomunikasi dengan pihak KBRI di Yangon, Myanmar, sampai kini 23 nelayan tersebut belum diizinkan otoritas setempat untuk dijumpai.

“Meskipun sulit, pemerintah sudah berupaya menjumpai mereka, kata Wakil Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftachhuddin Cut Adek di Banda Aceh, Kamis 7 Maret 2019.

Ia kembali menjelaskan, 23 nelayan itu melaut dari Kabupaten Aceh Timur pada 29 Januari 2019, lalu ditangkap kapal Tentara Angkatan Laut (558) Myanmar dekat dengan Pulau Zardatgyi di Kotapraja Kawthoung, wilayah Taninthayi pada 6 Februari 2019.

Miftachhuddin menduga kapal nelayan Aceh itu masuk ke wilayah Myanmar karena kompas atau radarnya rusak. Artinya, mereka masuk secara tidak disengaja, apalagi tuduhan mencuri ikan dianggap kurang tepat.

Identitas nelayan Aceh itu, yakni Zulfadli, Fakhrurrazi, Andi Syahputra, Junaidi, Muhammad, Warni Ramansyah, Syawaluddin, M Nazar, Darani Syah, M Acep, Abdullah, Agus Miranda, Mulyadi, M Amin, Ardi Saputra, Fhahrul Rozi, Abdurrahman, Zulkarnaini, Idris, Feri Mataniari, Darwinsyah, M Yakob, dan Mahfud.

Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Aceh Cut Yusminar sebelumnya menyatakan, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Luar Negeri Indonesia serta Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar terus berkoordinasi terkait penangkapan nelayan Aceh di Myanmar.

Menurut dia, Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Indonesia akan terus berkoordinasi serta mendampingi nelayan Aceh yang ditangkap di Yangon, Myanmar.

Berita Terbaru

Sinergi Negara dan Masyarakat Menjaga Stabilitas Papua

Oleh: Markus Wenda* Stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunandan kesejahteraan masyarakat di setiap wilayah Indonesia, termasuk Papua yang memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan nasional. Dalam beberapa tahunterakhir, negara terus menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan masyarakatPapua dapat menjalankan aktivitas kehidupan secara aman, produktif, dan penuhharapan. Melalui penguatan keamanan yang profesional serta percepatanpembangunan di berbagai sektor, pemerintah menghadirkan kebijakan yang bertujuanmenciptakan lingkungan yang kondusif bagi kemajuan daerah.  Kepala Penerangan Koops TNI Papua Letkol Inf Wirya Arthadiguna menegaskan bahwaaparat keamanan terus memperkuat pengamanan wilayah guna menjamin keselamatanmasyarakat. Ia menyampaikan bahwa seluruh personel yang bertugas di Papua menjalankan tugas secara profesional, terukur, dan berorientasi pada perlindunganmasyarakat. Menurutnya, kehadiran aparat keamanan di berbagai wilayah merupakanbentuk nyata komitmen negara untuk memastikan masyarakat Papua dapatmenjalankan kehidupan sehari-hari dengan rasa aman dan penuh kepercayaanterhadap masa depan daerahnya. Selain menjaga keamanan masyarakat di kawasan permukiman, negara juga menunjukkan perhatian serius terhadap perlindungan berbagai objek vital yang memilikiperan penting bagi kehidupan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukanadalah pengamanan bandara perintis di berbagai wilayah pedalaman Papua. Bandara-bandara tersebut menjadi jalur vital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini