Aniaya Orang Maluku, Seorang Warga Swiss Jadi Tersangka

Baca Juga

MINEWS, MALUKU – Seorang warga negara Swiss berinisial KWG alias Kurt menjadi tersangka usai menganiaya seorang warga Maluku Tengah dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol alias mabuk.

Kurt adalah pemilik salah satu resort di daerah tersebut. Warga Maluku Tengah yang menjadi korban tersebut adalah Fandro Tuhepary yang merupakan karyawannya di resort tersebut.

“Saat ini Polsek Saparua sudah memeriksa korban dan dua saksi lainnya,” ujar Kapolres Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso, di Ambon, Minggu 24 Februari 2019.

Fandro bekerja sebagai satpam di resort milik Kurt. Ia dianiaya hingga menderita luka-luka di lengan dan mulutnya. Kejadian berlangsung hampir sebulan lalu, yakni 27 Januari 2019 pukul 22.00 WIT.

Polisi menjelaskan, kejadian bermulai saat Fandro sedang bertugas jaga malam dan ia tertidur karena mengantuk. Lalu, Kurt datang bersama istrinya sambil marah-marah dan menyuruh korban pulang. Lalu, setelah itu terjadilah penganiayaan.

Saksi korban berusaha untuk memberikan penjelasan namun tersangka yang sudah dalam kondisi mabuk tetap marah-marah dan mengusirnya, termasuk salah satu teman korban bernama Kilbert yang baru tiba di lokasi kejadian.

Akhirnya Fandro dan rekannya meninggalkan tempat itu, tetapi korban kembali untuk mengambil telepon genggamnya di atas meja tetapi tersangka langsung memukuli serta membanting korban meski pun ada upaya istri pelaku yang melarai.

Sedangkan, Kasubag Humas Polres Ambon, Ipda Julkisno Kaisupy, tersangka KWG dijerat pasal 351 ayat (1) KUHP.

Berita Terbaru

Rekonstruksi Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Pascabencana Sumatra

Oleh : Ricky Rinaldi *)Komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatra menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat sekaligusmemperkuat ketahanan wilayah nasional. Penanganan pascabencana yang dilakukanpemerintah tidak lagi sebatas memperbaiki kerusakan fisik yang tampak di permukaan, melainkan diarahkan untuk membangun kembali kawasan yang lebih aman, tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan masyarakat, pemulihan ekonomi lokal, dan keberlanjutan pembangunan sebagai prioritas utama dalammenghadapi kompleksitas tantangan kebencanaan nasional.Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus hadir secaranyata, cepat, dan taktis di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. Pemerintah bergerakcepat memastikan pemulihan rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hinggaakses transportasi utama dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama beradadalam kondisi kerentanan pascabencana. Presiden juga menekankan pentingnya akselerasipembangunan hunian tetap dan infrastruktur dasar agar roda kehidupan sosial masyarakatdapat kembali berjalan normal dan aman. Langkah cepat yang terintegrasi ini memperolehapresiasi luas karena menunjukkan keberpihakan negara yang konkret terhadap kebutuhanrakyat di tengah situasi sulit.Keseriusan pemerintah ini kini diperkuat oleh langkah nyata yang sangat signifikan di tingkatregulasi dan pendanaan. Pemerintah bersama DPR RI telah menyetujui anggaran rehabilitasidan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dengan nilai fantastis mencapai Rp100 triliun. Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskanbahwa induk penganggaran tersebut telah sesuai dengan rencana induk (masterplan) yang disetujui oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini