Anak John Kei Ungkap Hubungan Ayahnya dengan Nus Kei

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Putri John Kei, Melan Refra datang menyambangi Polda Metro Jaya untuk menjenguk ayahnya yang ditahan. Ia didampingi kuasa hukum Anton Sudanto pada Jumat 26 Juni 2020.

Dalam kunjungan tersebut, Melan mengaku sedih dengan tertangkapnya ayahnya pada Minggu 21 Juni 2020 lalu. Ia juga meminta maaf atas semua yang terjadi.

“Mengenai berita yang ada belakangan ini menyebutkan papa saya sama Opa Nus (Nus Kei) cukup mengagetkan ya bagi saya, dan juga untuk kesempatan ini mau mengutarakan saya sebagai anak sangat sedih,” kata Melan.

Ia mengungkapkan, bahwa hubungan antara ayahnya dengan Nus Kei sudah melonggar sejak 2 tahun lalu. Ketika itu John Kei masih berada di Nusakambangan.

“Dulu Opa Nus dekat sama kami sekeluarga. Entah kenapa saya kurang paham masalah orang tua, papa dengan Opa Nus tapi saya merasa emang sudah agak melonggar semenjak sekitar 2-3 tahun papa di Nusakambangan, tapi saya enggak mau ambil pusing sebagai anak itu masalah orang tua,” ujarnya.

Soal masalah lahan yang diduga menjadi pemicu hubungan buruk John Kei dan Nus Kei, Melan tak tahu-menahui duduk perkaranya.

“Yang saya tahu papa sama Opa Nus agak menjauh, tetapi papa selalu ingatkan walaupun jauh tapi kita tetap harus menghormati,” kata Melan.

“Waktu itu pun Opa Nus pernah pindah rumah dari Tytian ke Bintara aku masih tetep jalin silaturahmi, sering ke rumah Opa Nus, ngobrol-ngobrol,” ujar dia menambahkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini