Alhamdulillah, Bek Bali United Dikaruniai Anak Kembar Tiga

Baca Juga

MATA INDONESIA, GIANYAR – Kabar gembira datang dari bek Bali United, Dias Angga Putra. Sang istri, Tita Hayati melahirkan bayi kembar tiga.

Anak kembar tiga Dias Angga lahir pada Sabtu 1 Agustus 2020 pagi. Jenis kelamin bayinya adalah dua perempuan dan satu laki-laki.

Momen bahagia terpancar dari pasangan suami-istri ini lantaran baru saja merayakan Hari Raya Idul Adha satu hari sebelum prosesi kelahiran. Dias Angga pun mengucap syukur atas karunia Allah memberikan tiga anak sekaligus.

“Alhamdullilah, pastinya saya bersyukur dan sangat senang karena Allah memberikan karunia kepada saya dan istri dengan kehadiran buah hati. Sungguh luar biasa rahmat Allah memberikan tiga anak kembar sekaligus,” ungkap Dias Angga, dikutip dari laman resmi klub, Minggu 2 Agustus 2020.

“Harapannya tentu kehadiran dua anak perempuan dan satu anak laki-laki di rumah kami bisa berguna buat agama dan bangsa. Kami sebagai orang tua juga berharap mereka kelak menjadi anak yang soleh dan solehah,” lanjutnya.

Pemilik nomor punggung 22 di skuat Serdadu Tridatu mengatakan, kehadiran tiga buah hati ini menjadi motivasi baru dalam kariernya bersama Bali United. Menurut Dias Angga, tugas utama sebagai kepala keluarga ialah memimpin perjalanan bahtera rumah tangga bersama sang istri dan ketiga anaknya.

“Kelahiran tiga anak kembar sekaligus ini menjadi motivasi baru bahkan lebih untuk saya bersama Bali United. Saya adalah ayah yang harus mampu memimpin keluarga saya dalam perjalanan rumah tangga saya ke depan,” ujar Dias Angga.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini