Alexis Sanchez Harus Dioperasi, Inter Bisa Apa?

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL - Inter Milan terpaksa harus kehilangan sebagian kekuatannya setelah Alexis Sanchez dinyatakan cedera engkel parah dan harus naik ke meja operasi.

Dengan kondisi tersebut, La Beneamata dipastikan harus tampil tanpa Sanchez dalam kurun waktu yang cukup lama, bahkan disebut-sebut bisa sampai 2 atau tiga bulan.

Sanchez mengalami cedera parah saat membela timnas Chile pada laga persahabatan melawan Kolombia akhir pekan lalu. Pemain berusia 31 tahun tersebut terjatuh kesakitan setelah diterjang pemain lawan.

Tentu saja, kondisi Sanchez mengkhawatirkan pelatih Inter, Antonio Conte. Sebab, Sanchez diandalkan untuk menambah daya gedor Inter, membantu Lukaku di ujung tombak tim untuk mengoyak gawang lawan.

Nyatanya, Sanchez divonis mengalami dislokasi engkel sehingga merusak tendon. Alhasil, Sanchez harus terbang ke Barcelona untuk bertemu Profesor Ramon Cugat yang biasa menangani cedera parah seperti ini.

“Sanchez sudah menjalani tes medis pagi ini di Humanitas Institue di Rozzano,” tulis pernyataan resmi Inter Milan.

Dikabarkan, cedera seperti ini biasanya membutuhkan waktu minimal dua bulan untuk pulih. Sanchez diperkirakan paling cepat bisa bermain di awal tahun depan dan membuat Inter krisis striker karena cuma punya Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez di lini serang.

Tanpa Sanchez, Inter bisa apa?

Berita Terbaru

Danantara dan Langkah Strategis Menuju Ekosistem Teknologi Modern

*) Oleh : Devita AdastriPembentukan Danantara dinilai menjadi salah satu langkah strategis pemerintahdalam memperkuat arah pembangunan ekonomi nasional yang berbasis inovasi dan teknologi modern. Kehadiran lembaga investasi nasional tersebut tidak hanyadipandang sebagai instrumen pengelolaan aset negara, tetapi juga sebagaipenggerak transformasi menuju ekosistem teknologi yang lebih terintegrasi, adaptif, dan kompetitif di tingkat global. Di tengah persaingan ekonomi digital yang semakinketat, Indonesia membutuhkan fondasi investasi yang mampu mendukung percepatanpembangunan sektor-sektor strategis berbasis teknologi agar tidak tertinggal darinegara lain di kawasan Asia maupun dunia.Dalam konteks perkembangan global, teknologi kini menjadi faktor utama yang menentukan daya saing sebuah negara. Negara-negara maju berlomba memperkuatinvestasi pada kecerdasan buatan, pusat data, energi hijau, kendaraan listrik, industrisemikonduktor, hingga transformasi layanan digital publik. Indonesia pun memilikipeluang besar untuk mengambil peran penting dalam rantai ekonomi digital global karena didukung jumlah penduduk yang besar, pengguna internet yang terusmeningkat, serta potensi bonus demografi. Namun, potensi tersebut memerlukandukungan pendanaan jangka panjang dan tata kelola investasi yang kuat agar mampuberkembang secara berkelanjutan. Di sinilah Danantara dipandang memiliki peranpenting sebagai katalisator pembangunan ekonomi berbasis teknologi.Chief Technology Officer...
- Advertisement -

Baca berita yang ini