TANGSEL, Minews — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) kali ini dirayakan dengan cara yang tidak biasa. Di saat hari jadi sebuah organisasi umumnya diperingati dengan seremoni meriah di gedung mewah, PMI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) justru memilih turun langsung ke tengah-tengah masyarakat yang sedang berjuang menghadapi kesulitan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
Aksi solidaritas kemanusiaan ini diwujudkan secara nyata melalui penyaluran 16.000 liter air bersih serta 100 galon air minum kepada warga terdampak kekeringan di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Sabtu (19/9/2026). Rangkaian kegiatan ini mengusung tema nasional “Peduli, Bergerak dan Berdampak”.
Ketua PMI Kota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany, menegaskan bahwa esensi kehadiran lembaganya sejak lahir pada 17 September 1945—tepat satu bulan setelah Kemerdekaan Republik Indonesia—memang diabdikan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat.
“Kami merayakannya dengan kegiatan sosial, distribusi bantuan air bersih, cek kesehatan gratis, donor darah, dan aksi sosial lainnya,” ujar Airin.
Ia menambahkan, pemilihan lokasi di tengah warga yang mengalami krisis air merupakan wujud nyata kepedulian lembaganya agar perayaan hari jadi memberikan dampak langsung.
“Kami berharap kegiatan peringatan HUT ke-81 PMI dapat memberikan manfaat untuk masyarakat, terutama masyarakat yang saat ini terdampak kekeringan,” tutur Airin.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Kelurahan Keranggan tercatat sebagai salah satu wilayah yang paling parah terdampak kekeringan. Untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih, PMI Kota Tangsel merancang sinergi yang matang bersama pemerintah daerah.
Airin menjelaskan bahwa PMI mengambil peran taktis sebagai penopang pelayanan publik di akhir pekan, melengkapi kerja-kerja penanganan yang telah dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kota Tangsel pada hari kerja.
“Kami hanya mengisi dari apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Tangsel dalam penanganan kekeringan dari Senin–Jumat. Sabtu dan Minggunya dari kami, PMI Kota Tangsel,” ungkap Airin.
Tidak berhenti pada penyaluran sesaat, Airin memastikan bahwa program mitigasi dan distribusi air bersih ini dirancang sebagai program jangka menengah untuk meringankan beban warga hingga kondisi stabil.
“Insya Allah kita akan lakukan sampai Desember. Selama tiga bulan kita akan salurkan air bersih di Keranggan dan semoga bisa membantu apa yang menjadi persoalan di lapangan, khususnya masyarakat di Keranggan,” tegasnya.
Langkah taktis di Kelurahan Keranggan ini merupakan bagian dari konsistensi layanan PMI Kota Tangsel sepanjang tahun 2026. Sejak awal tahun, aksi serupa dalam bentuk distribusi air bersih dan logistik juga telah masif digulirkan di wilayah Cipeucang, Serpong, dan masih berlangsung hingga saat ini.
Upaya proaktif ini menjadi sangat krusial mengingat proyeksi musim kemarau ekstrem diperkirakan masih akan membayangi hingga awal 2027. “Di luar krisis air bersih, PMI Tangsel secara berkesinambungan juga tetap siaga memberikan layanan esensial lainnya seperti ambulans gawat darurat, pelayanan donor darah, dan berbagai aksi kemanusiaan di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Kolaborasi Pentahelix dan Nilai Edukasi Sosial
Peringatan HUT ke-81 PMI di Tangsel ini diawali secara simbolis melalui tradisi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas delapan dekade pengabdian kemanusiaan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua PMI Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin, jajaran pengurus, serta perwakilan pengurus PMI Kecamatan se-Tangsel. Turut mendampingi pula Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar, Camat Setu Bunga Pranatalia Putri, Kapolsek Cisauk AKP Agus Riyanto, Lurah Keranggan, serta para tokoh masyarakat setempat mulai dari ketua RT hingga RW.
Langkah PMI Tangsel ini memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat luas mengenai pentingnya penguatan budaya gotong royong, manajemen krisis lingkungan, serta kesadaran kolektif akan pentingnya konservasi air di tengah tantangan perubahan iklim global.

