Aksi Brutal OPM Tidak Berperikemanusiaan dan Sangat Meresahkan Masyarakat Papua

Baca Juga

Papua — Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan kelompok teroris bersenjata yang selama ini sangat merugikan masyarakat, membuat kekacauan, merusak fasilitas umum, serta mengorbankan banyak jiwa baik dari aparat keamanan ataupun dari masyarakat sipil. Kelompok OPM ini wajib untuk diberantas oleh Pemerintah melalui TNI-Polri.

Tidak hanya menghambat, aksi-aksi keji yang dilakukan OPM sudah sangat menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran bagi masyarakat yang ingin beraktivitas sehari-hari. Selain itu, OPM juga terus merusak dan membakar fasilitas umum berupa rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur lainnya yang bertujuan untuk memajukan Papua.

Tokoh Masyarakat Papua, Martinus Kasuay mengatakan bahwa perbuatan yang dilakukan OPM sangat tidak manusiawi dan harus ditindak tegas oleh aparat keamanan. Mengingat aksi-aksi tersebut sudah banyak mengakibatkan korban jiwa dan menggugurkan para anggota TNI-Polri. Aparat gabungan pun harus memastikan bahwa masyarakat selalu dalam keadaan aman.

“Saya sebagai tokoh masyarakat Papua menilai perilaku OPM sampai saat ini di luar dari sisi kemanusiaan. OPM bisa dengan sangat tega melakukan penganiayaan, pembunuhan, hingga pembakaran fasilitas umum yang merupakan aset masyarakat Papua,” ujar Martinus Kasuay.

“Saya juga mengecam tindakan OPM yang merusak tempat pendidikan di mana sekolah merupakan wadah untuk mencerdaskan anak-anak muda Papua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Martinus Kasuay mengatakan bahwa masifnya aksi brutal OPM membuat keresahan bagi masyarakat Papua. Hal tersebut berdampak muaknya masyarakat sehingga mereka secara tegas mendukung Pemerintah untuk menindak tegas kelompok OPM.

“Perilaku OPM yang tentunya bukan merupakan perbuatan manusia patut untuk ditindak tegas, karena sudah sangat meresahkan masyarakat di Papua. Masyarakat pun dengan tegas akan melakukan yang terbaik untuk ikut memberantas OPM,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

ABDUR RAHMAN, KABID PTKP BADKO HMI KALIMANTAN BARAT MENOLAK TAPERA, SEBAB MEMBERIKAN BEBAN TAMBAHAN KEPADA PEKERJA

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 21/2024 sebagai pengganti PP No.25/2020 oleh Presiden RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini