Akibat Kabut Asap, Waspadai Risiko Hipoksia

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Saat ini kualitas udara di Pekanbaru dan Palangka Raya dinyatakan dalam kategori berbahaya berdasarkan data AirVisual. Kondisi ini disebabkan karena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatera.
Melihat kondisi tersebut, praktisi kesehatan dan akademisi Prof Ari Fahrial Syam mengkhawatirkan kondisi masyarakat yang rentan terserang hipoksia, dimana suatu keadaan kekurangan oksigen yang dapat mengakibatkan permasalahan-permasalahan kesehatan.
Menurutnya, hipoksia seharusnya dapat dihindari terutama bagi orang yang sudah mempunyai permasalahan pada pembuluh darah, baik pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah jantung.
“Kadar oksigen yang rendah menyebabkan jantung akan mengalami penurunan suplai oksigen dan dapat menyebabkan terjadinya infark atau kematian jaringan,” katanya.
Prof Ari menambahkan, orang yang sudah mempunyai masalah pada pembuluh darah otak, saat kekurangan oksigen bisa memperburuk kondisi tubuhnya hingga mengakibatkan tidak sadarkan diri.
Sebuah penelitiannya membuktikan bahwa kondisi hipoksia sistematik kronik dapat menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, jantung, dan juga lambung. Risiko hipoksia pun disebut Prof Ari bisa diprediksi dengan mengetahui penurunan kadar oksigen yang terjadi akibat asap yang menutup.
“Untuk sementara memang masyarakat dianjurkan untuk tidak terhirup asap dan mencegah untuk tidak berada di luar rumah saat jumlah asap masih tinggi,” katanya.

Berita Terbaru

Akselerasi Pembangunan Papua untuk Keadilan yang Merata

Oleh: Andreas Wakerkwa)*Upaya akselerasi pembangunan di Papua terus menjadi prioritas strategispemerintah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), pembangunan di wilayah Papua tidak lagi dipandang semata sebagai proyek infrastruktur, melainkansebagai langkah komprehensif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakatsebagai pusat pembangunan, sehingga setiap kebijakan yang dijalankan diharapkanmampu menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat.Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., mengatakan bahwa PSN merupakan fondasi penting dalammendorong transformasi pembangunan di Papua. Ia memandang bahwapembangunan yang tengah berlangsung bukan sekadar pembangunan fisik sepertijalan, jembatan, atau fasilitas publik lainnya, melainkan bagian dari upaya besaruntuk membuka akses, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat daya saingmasyarakat Papua di berbagai sektor.Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus melibatkan partisipasi aktif seluruhelemen masyarakat. Oleh karena itu, dukungan kolektif menjadi kunci keberhasilanimplementasi PSN di Papua. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal diyakini mampu mempercepat tercapainya tujuanpembangunan yang berkeadilan. Dalam konteks ini, masyarakat tidak hanyamenjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki peran strategis dalammenentukan arah dan keberhasilan program.Lebih lanjut,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini