Akhirnya, Presiden Jokowi Ungkap Alasan Bermalam di Istana Tampaksiring Bali

Baca Juga

MATA INDONESIA, GIANYAR – Presiden Jokowi akhirnya mengungkapkan alasan dia beserta keluarga memilih bermalam di Istana Tampaksiring saat liburan di Bali sejak Kamis 5 Mei 2022.

“Ini adalah kunjungan pertama Saya ke Istana Tampaksiring. Sudah puluhan kali saya mengunjungi Bali tetapi belum pernah ke Istana Tampaksiring,” ujar Presiden Jokowi di Pura Tirta Empul, Gianyar, Bali.

Presiden Jokowi mengakui baru pertama kali menginap di Istana Tampaksiring tersebut.

Hal yang membuat Jokowi terkejut adalah Istana buatan tahun 1957 itu ternyata masih terawat dengan baik.

Jokowi adalah Presiden Indonesia pertama sejak Megawati Soekarnoputri yang bermalam di istana tersebut.

Tidak diketahui alasan presiden sebelumnya yang enggan menginap di bangunan milik ngara tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini