Akhir Pekan, Harga Emas Antam Anjlok Rp 5.000

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun sebesar Rp 5.000 menjadi Rp 1.004.000 pada perdagangan akhir pekan ini, Sabtu 7 November 2020.

Sementara untuk harga jual kembali atau buyback juga mengalami penurunan Rp 5.000 menjadi Rp 897.000 per gram.

Emas dijual mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Untuk transaksi jual kembali (buyback) silakan datang ke Butik Emas LM terdekat dengan jam layanan buyback Senin-Jumat (09.00-13.30), pembayaran dilakukan secara transfer pada H+0 s.d. H+3 (hari kerja).

Harga ini hanya berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Pada gerai lain ketersediaan maupun harga emas bisa berbeda.

Berikut daftar harga emas Antam:
* Pecahan 0,5 gram Rp552.000
* Pecahan 1 gram Rp1.004.000
* Pecahan 2 gram Rp1.948.000
* Pecahan 3 gram Rp2.897.000
* Pecahan 5 gram Rp4.795.000
* Pecahan 10 gram Rp9.535.000
* Pecahan 25 gram Rp23.712.000
* Pecahan 50 gram Rp47.345.000
* Pecahan 100 gram Rp94.612.000
* Pecahan 250 gram Rp236.265.000
* Pecahan 500 gram Rp472.320.000
* Pecahan 1.000 gram Rp994.600.000.

Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menghentikan Rantai Kekerasan OPM Demi Masa Depan Papua yang Damai

Oleh : Loa MuribRangkaian aksi kekerasan yang kembali terjadi di Papua menjadi pengingat bahwa ancamanterhadap keamanan masyarakat sipil masih menjadi tantangan serius yang harus dihadapi secarabersama. Insiden pembakaran pesawat perintis milik Associated Mission Aviation (AMA) di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo, serta kontak tembak yang menewaskanseorang anggota TPNPB-OPM di Kabupaten Intan Jaya menunjukkan bahwa kekerasanbersenjata masih terus menghambat cita-cita mewujudkan Papua yang aman, damai, dansejahtera. Dalam situasi seperti ini, kepentingan utama yang harus dikedepankan adalahperlindungan terhadap masyarakat sipil, keberlangsungan pelayanan publik, serta terjaminnyapembangunan yang mampu meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat Papua.Pembakaran pesawat AMA merupakan tindakan yang membawa dampak luas, bukan hanyaterhadap aspek keamanan, tetapi juga terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatpedalaman. Transportasi udara di Papua memiliki peran vital karena kondisi geografis yang sulitdijangkau melalui jalur darat. Pesawat perintis menjadi sarana utama untuk mengangkutmasyarakat, tenaga kesehatan, guru, logistik, hingga kebutuhan pokok. Ketika moda transportasitersebut menjadi sasaran kekerasan, maka yang paling dirugikan adalah masyarakat Papua sendiri yang bergantung pada layanan penerbangan tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyampaikan bahwa aparatmemperoleh informasi dari jajaran Polres Yahukimo mengenai pembakaran pesawat sesaatsetelah mendarat di Lapangan Terbang Ipedehik, Distrik Sobaham. Ia juga menjelaskan bahwaproses evakuasi menghadapi tantangan besar karena lokasi kejadian hanya dapat dijangkaumelalui transportasi udara. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aparat keamanan tidakhanya menghadapi ancaman kelompok bersenjata, tetapi juga hambatan geografis yang sangatkompleks dalam menjalankan tugas penyelamatan dan penegakan hukum.Sementara itu, Kaops Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan bahwa kasuspembakaran pesawat masih dalam proses penyelidikan. Langkah investigasi tersebut menjadibagian penting untuk mengungkap pelaku, memastikan fakta secara menyeluruh, sekaligusmemberikan kepastian hukum terhadap setiap aksi kekerasan yang terjadi. Penegakan hukumyang profesional dan berdasarkan bukti merupakan fondasi penting dalam menjaga kepercayaanmasyarakat terhadap negara.Di sisi lain, perkembangan di Kabupaten Intan Jaya memperlihatkan bahwa aparat keamananjuga menghadapi ancaman nyata ketika menjalankan tugas pengamanan wilayah. Berdasarkanpenjelasan Koops TNI Habema, kontak tembak bermula ketika personel mendeteksi pergerakanmencurigakan sejumlah orang yang mendekati pos secara sembunyi-sembunyi pada malam hari. Setelah peringatan tidak direspons dan terjadi serangan, aparat melakukan tindakan sesuaiprosedur operasi yang berlaku. Dalam proses penyisiran pada keesokan harinya ditemukanjenazah yang kemudian diidentifikasi sebagai Okto Tigau.Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna menjelaskan bahwaberdasarkan data aparat keamanan, Okto Tigau merupakan anggota TPNPB-OPM yang menjabatsebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Metua Kodap VIII Intan Jaya. Ia jugamenyampaikan bahwa yang bersangkutan diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan, mulaidari penembakan aparat keamanan, penembakan pekerja sipil, penyiksaan warga, hinggaintimidasi terhadap masyarakat. Penjelasan tersebut memberikan konteks mengenai tantangankeamanan yang dihadapi aparat di lapangan dalam menjalankan Operasi Militer Selain Perangsesuai ketentuan perundang-undangan.Meskipun demikian, aspek kemanusiaan tetap harus menjadi perhatian utama. Letkol Inf WiryaArthadiguna juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta berharap agar peristiwa serupa tidak terus berulang sehingga masyarakat Papua dapat hidup dalam suasanayang aman, damai, dan penuh harapan. Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa penyelesaiankonflik tidak semata-mata berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pada terciptanyakondisi sosial yang memungkinkan masyarakat menjalani kehidupan secara normal.Berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata selama ini telah memberikandampak multidimensi terhadap Papua. Korban bukan hanya aparat keamanan, tetapi juga tenagakesehatan, guru, pekerja pembangunan, tokoh masyarakat, bahkan warga sipil yang tidakmemiliki keterkaitan dengan konflik. Ketika rasa aman terganggu, investasi menjadi terhambat, pelayanan publik terganggu, dan pembangunan infrastruktur berjalan lebih lambat. Akibatnya, masyarakat Papua kehilangan kesempatan memperoleh manfaat pembangunan yang seharusnyadapat meningkatkan kesejahteraan mereka.Papua saat ini tengah menjadi fokus berbagai program strategis pemerintah, mulai daripembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatanekonomi masyarakat adat, hingga pengembangan sumber daya manusia. Seluruh program tersebut membutuhkan situasi keamanan yang kondusif agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penghentian rantai kekerasan merupakan prasyarat penting bagi keberhasilanpembangunan di Tanah Papua.Di saat yang sama, dukungan masyarakat terhadap upaya menjaga keamanan menjadi faktoryang tidak kalah penting. Tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, akademisi, dan seluruhelemen masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun budaya damai, memperkuatdialog, serta mencegah berkembangnya provokasi yang dapat memperpanjang konflik. Pendekatan keamanan yang diiringi pembangunan, penghormatan terhadap hak masyarakat, sertapemberdayaan ekonomi akan memberikan fondasi yang lebih kuat dalam menciptakanperdamaian jangka panjang. Harapan besar masyarakat Papua sesungguhnya sederhana, yaituhidup dalam suasana aman, memperoleh pelayanan publik yang layak, menikmati hasilpembangunan, serta membesarkan generasi penerus tanpa bayang-bayang kekerasan. *Penulis adalah Mahasiswa Papua di Jawa Timur
- Advertisement -

Baca berita yang ini