Akademisi Apresiasi Danantara Sebagai Motor Hilirisasi dan Pengembangan Inovasi Industri

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendapatkan apresiasi dari kalangan akademisi sebagai motor penting dalam mendorong hilirisasi dan pengembangan inovasi industri nasional. Keberadaan Danantara dinilai strategis untuk memperkuat ekosistem riset, investasi, dan industri agar hasil inovasi tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan mampu memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian Indonesia.

Apresiasi tersebut mengemuka dalam Public and Business Leader Forum 2026 Outlook and Challenges yang digelar bertepatan dengan Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya di Jakarta. Forum ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, dan akademisi dalam merespons tantangan global yang dinamis, sekaligus membahas peluang penguatan industri berbasis inovasi.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menegaskan kesiapan perguruan tinggi untuk berkolaborasi dengan Danantara dalam mengakselerasi hilirisasi hasil riset kampus. Menurutnya, sinergi antara lembaga investasi negara dan perguruan tinggi menjadi kunci agar inovasi akademik dapat diolah menjadi produk dan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami siap digandeng Danantara agar hasil riset dan inovasi kampus dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang mendorong daya saing industri nasional,” ujarnya.

Danantara juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor sebagai fondasi pengembangan inovasi industri. Prof. Widodo menilai hal ini sebagai langkah strategis untuk menyatukan perspektif pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi.

“Danantara menghadirkan forum yang mempertemukan para pemimpin dari government, bisnis, dan akademisi untuk membahas isu-isu sangat strategis di tengah perubahan global yang berlangsung cepat,” katanya.

Berbagai isu strategis turut dibahas dalam forum tersebut, mulai dari ketahanan ekonomi, transformasi energi, hingga penguatan manajemen kebencanaan. Diskusi tersebut menegaskan bahwa pengembangan industri berbasis inovasi membutuhkan pendekatan terpadu, termasuk penguatan institusi publik yang adaptif dan kolaboratif dalam menghadapi risiko dan tantangan nasional.

Sementara itu disisi seorang Pakar Ekonomi, Ferry Latuhihin, menilai Danantara memiliki potensi besar sebagai penggerak investasi jangka panjang, termasuk dalam mendukung proyek-proyek hilirisasi strategis. Ia mengingatkan bahwa risiko merupakan bagian dari proses bisnis, namun dapat dikelola dengan tata kelola yang baik.

“Bisnis selalu mengandung risiko, yang penting adalah bagaimana Danantara memitigasinya secara profesional dan akuntabel. Partisipasi publik dalam pengawasan juga menjadi elemen penting,” tuturnya.

Dengan dukungan akademisi dan sinergi lintas sektor yang kuat, Danantara diharapkan mampu menjadi penggerak utama hilirisasi dan inovasi industri, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini