Agen dan Ayah Haaland Negosiasi dengan Barcelona

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Agen dan ayah Erling Haaland terbang ke Barcelona untuk melakukan negosiasi. Selesai berkunjung ke Camp Nou, mereka mengunjungi Real Madrid.

Mino Raiola (agen) dan Alf Inge (ayah) mendarat di Barcelona Kamis 1 April 2021. Mereka melakukan pertemuan dengan presiden Blaugrana, Joan Laporta membahas soal kemungkinan transfer Haaland.

Setelah selesai berbicara dengan Laporta, Raiola dan Alf Inge bertolak ke Madrid untuk melakukan hal yang sama dengan Los Blancos.

Masa depan Haaland bersama Dortmund terus dispekulasikan. Pemain asal Norwegia menarik minat banyak klub top Eropa, termasuk Barcelona, Madrid, dan Manchester City.

Kontrak Haaland bersama Dortmund berlaku hingga 2024, tapi kabarnya ada klausul pelepasan kontrak senilai 66 juta Poundsterling yang aktif pada musim panas 2022.

Penampilan impresif Haaland membuat klub besar kepincut. Dia mencetak 48 gol dari 48 pertandingan bersama Dortmund setelah direkrut dari Red Bull Salzburg pada Januari 2020 senilai 17 juta Poundsterling.

Barcelona sedang mencari sosok penyerang haus gol yang berusia muda. Saat ini mereka tak punya penyerang tengah murni sejak kepindahan Luis Suarez ke Atletico Madrid. Haaland dinilai bisa menjadi solusi lini depan Blaugrana bersama Lionel Messi dan Antoine Griezmann.

Beberapa waktu lalu, sempat beredar kabar Dortmund mematok harga Haaland sebesar 180 juta Euro atau sekitar tiga triliun. Harga yang diyakini membuat klub-klub peminat mengibarkan bendera putih, apalagi di tengah krisis klub di tengah pandemi Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini