Afridza Munandar Disebut Layak Digelari Pahlawan Olahraga Jawa Barat

Baca Juga

MINEWS, JABAR - Pemprov Jawa Barat memberi pujian setinggi-tingginya untuk pembalap Indonesia, Afridza Syach Munandar, yang tewas dalam ajang balap Asian Talent Cup (ATC) 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu 2 November 2019 lalu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar Engkus Sutisna berkata, Afridza harus diberi penghormatan sebagai pahlawan olahraga dari Jawa Barat karena telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

“Afridza adalah pahlawan olahraga Jawa Barat yang gugur di Sepang Malaysia,” ujar Engkus, Selasa 5 November 2019.

Engkus menyampaikan, Pemprov Jabar turut berduka cita dan merasa kehilangan atas meninggalnya pembalap muda berbakat itu.

Di pihak lain, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jabar Hadi Fahrul mengatakan, pihaknya merasa kehilangan dengan meninggalnya Afridza, yang dianggapnya sebagai anak sendiri.

“Almarhum sudah seperti anak saya sendiri, kita begitu dekat,” kata Hadi.

Kedatangan jenazah Afridza Munandar di Tanah Air diwarnai isak tangis hingga akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman keluarga Kampung Sambongbencoy, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Senin 4 November 2019 kemarin.

 

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini