Ada Reshuffle Kabinet untuk Isi 2 Posisi Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam waktu dekat ada reshuffle kabinet lagi. Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut bahwa reshuffle kabinet akan dilakukan setidaknya untuk mengisi dua jabatan yang saat ini masih kosong.

Pertama, ialah untuk mengisi posisi menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi atau menPAN-RB definitif setelah Tjahjo Kumolo wafat. Kedua, untuk mengisi posisi wakil menteri luar negeri.

Sebab, Mahendra Siregar yang selama ini menjabat wamenlu, terpilih menjadi ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

”Reshuffle itu yang pasti, kan, ada dua yang lowong. Satu, menteri PAN-RB, itu belum diisi. Kedua, wakil menteri luar negeri, dia terpilih menjadi Ketua OJK. Itu yang pasti ada penggantinya,” kata Wapres Ma’ruf Amin seusai menghadiri Haul Ke-23 Ulama Indonesia Almarhum Habib Umar bin Hood Alatas di Depok, Jawa Barat, Sabtu 20 Agustus 2022.

Terkait perombakan untuk mengisi posisi lain di kabinet, Wapres Ma’ruf Amin meminta semua pihak menunggu keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. “Kalau yang lain, saya kira tunggu saja. Kita lihat saja nanti,” ungkap Wapres Ma’ruf Amin.

Hingga saat ini, Presiden Jokowi belum mengumumkan nama yang akan menjabat sebagai menPAn-RB setelah Tjahjo Kumiolo wafat.

Sejak 16 Juli 2022, jabatan menPAN-RB masih dirangkap oleh Menteri Koordinator Bidang Polhukam Mahfud MD selaku pejabat yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai pelaksana tugas hingga dilantiknya menteri definitif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Papua

Oleh: Yulianus Wenda*Papua saat ini tengah memasuki babak baru pembangunan yang semakin inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun pengembangan sumber daya manusia, menunjukkankomitmen kuat negara dalam menghadirkan kemajuan yang merata hingga kewilayah paling timur Indonesia. Dalam konteks tersebut, stabilitas keamananmenjadi faktor yang sangat penting karena menjadi fondasi utama bagikeberlangsungan dan keberhasilan seluruh agenda pembangunan di Tanah Papua.Keamanan yang kondusif bukan sekadar menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi prasyarat bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi, meningkatnyapelayanan publik, serta berkembangnya investasi yang mampu membuka lapangankerja baru. Ketika situasi daerah aman dan damai, masyarakat dapat menjalankanaktivitas sehari-hari dengan tenang, mulai dari berkebun, melaut, berdagang, hinggamenyelenggarakan kegiatan pendidikan dan sosial kemasyarakatan.Pemerintah saat ini terus mendorong pembangunan Papua melalui pendekatan yang lebih komprehensif. Pembangunan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisiksemata, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, lingkungan hidup, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat. Pendekatan tersebut merupakanlangkah strategis yang mencerminkan semangat pembangunan yang berkeadilandan berkelanjutan.Tokoh perempuan adat Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, menilaibahwa pembangunan yang dilaksanakan di Papua harus dipahami sebagai upayabersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjagakelestarian lingkungan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat adat dalam setiaptahapan pembangunan merupakan kunci penting untuk memastikan bahwa manfaatpembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Papua tidak harusdipandang sebagai proses yang terpisah dari nilai-nilai adat dan kelestarian alam. Sebaliknya, pembangunan dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal sehinggamampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutanlingkungan. Pendekatan semacam ini menjadi modal penting dalam memperkuatkepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang tengahdilaksanakan pemerintah.Stabilitas keamanan juga memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua. Berbagai proyek pembangunan yang sedang berlangsung diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperluas akses masyarakatterhadap layanan dasar. Keberhasilan program-program tersebut tentu sangat ditentukan oleh terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.Kepala Suku...
- Advertisement -

Baca berita yang ini