Ada Barang Mencurigakan, Terminal 2 Bandara Manchester Ditutup Beberapa Jam

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Terminal 2 Bandara Manchester, Inggris, ditutup beberapa jam setelah pihak keamanan menemukan barang mencurigakan.

Penumpang dan staf bandara dievakuasi dari teminal yang baru direnovasi dan dibuka pada Juli 2021 lalu sekitar pukul 15.20 waktu setempat, Selasa 19 Oktober 2021. Evakuasi adalah prosedur standar ketika ditemukan barang mencurigakan.

Evakuasi dipicu setelah seorang penumpang melewati pemindai keamanan, yang kemudian mengambil paket yang dianggap mencurigakan. Polisi dalam jumlah besar disiapkan sekitar terminal 2, termasuk beberapa kendaraan polisi, ambulans, dan petugas pemadam kebakaran.

Semua penerbangan yang akan berangkat dan tiba di Terminal dipindahkan ke Terminal 1 hingga pemberitahuan lebih lanjut, sementara polisi melanjutkan penilaian mereka terhadap paket tersebut.

Dikutip dari Manchester Evening News, Rabu 20 Oktober 2021, setelah dilakukan pemeriksaan, kepolisian Greater Manchester mengatakan, tidak ada ancaman keselamatan terkait barang mencurigakan tersebut.

Salah seorang penumpang di Terminal 2 mengatakan, dia dan keluarga dievakuasi dari Terminal 2 ke Terminal 1. Dia menyebut, saat itu suasananya tetap tenang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini