7 Potret Tampan BJ Habibie Waktu Muda, Pria Romantis dengan Segudang Prestasi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Presiden ketiga RI, BJ Habibie wafat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat, pada Rabu 11 September 2019 pukul 18.05 WIB. Habibie menghembuskan nafas terakhirnya di usia 83 tahun setelah menjalani perawatan intensif sejak awal September lalu.

Semasa hidupnya Habibie dikenal sebagai Bapak Teknologi RI yang memiliki segudang prestasi yang mengharumkan nama bangsa. Dikenal cerdas dan ahli dalam dunia penerbangan, kiprah B.J. Habibie membuat berbagai pihak berdecak kagum.

Tak hanya itu, kisah cinta Habibie dengan mendiang istrinya, Hasri Ainun, yang sangat romantis pun tak kalah menariknya hingga dibuat film. kisah cinta antara Habibie dan Ainun bermula sejak masih remaja, ketika keduanya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Tak heran jika Ainun jatuh cinta dengan pesona Habibie. Selain prestasi, potret Habibi sewaktu muda memang tampan bak seorang aktor.

Berikut 7 potret tampan BJ Habibie sewaktu muda:

1. Lahir 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan

2. Pria dengan segudang prestasi

3. Terkenal ambisius

4. Disebut ‘Bapak Teknologi Indonesia’

5. Pernah kuliah di Aachen, Jerman

6. Aktif di kegiatan sosial dan mudah bergaul

7. Sosok yang romantis

 

 

Berita Terbaru

Negara Membuka Dialog dan Mendengar Aspirasi Mahasiswa

*) Oleh: M. Farhan Akbar Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umumyang bebas dan adil, tetapi juga dari kemampuan negara membangun komunikasiyang terbuka dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisistrategis sebagai kelompok intelektual yang kerap menyuarakan kritik, gagasan, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Kehadiran ruang dialog yang setara antara pemerintah dan mahasiswa menjadi indikator penting bahwa demokrasiberjalan secara substantif, bukan sekadar prosedural. Oleh karena itu, komitmenpemerintah untuk terus membuka ruang komunikasi patut dipandang sebagai langkahyang memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkokohkepercayaan publik.Berbagai capaian pembangunan yang terus diupayakan pemerintah, mulai daripenguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga program pemberdayaanekonomi masyarakat, membutuhkan dukungan situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, sinergi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakatmenjadi modal penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalan secaraoptimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap aspirasi memilikinilai yang sama, baik berasal dari akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat di daerah terpencil. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapatdilepaskan dari partisipasi publik yang inklusif. Negara yang kuat bukanlah negara yang menutup diri terhadap kritik, melainkan negara yang mampu mendengarpersoalan, mengakui kekurangan, serta menjadikan masukan masyarakat sebagaidasar penyempurnaan kebijakan. Pendekatan seperti ini mencerminkankepemimpinan yang adaptif karena menempatkan dialog sebagai instrumen untukmenghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Selanjutnya, keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa menunjukkanadanya perubahan paradigma dalam hubungan antara negara dan masyarakat sipil. Mahasiswa tidak lagi diposisikan semata sebagai kelompok penekan, tetapi sebagaimitra strategis dalam proses pembangunan nasional. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai kritik dapat diterjemahkan menjadi bahan evaluasi, sedangkanberbagai gagasan dapat diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Pendekatan kolaboratif seperti ini memperkuat legitimasi kebijakan sekaligusmemperkecil potensi polarisasi yang sering muncul akibat minimnya komunikasiantara pemerintah dan publik.Pandangan tersebut diperkuat oleh Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini