5 Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 di Sulawesi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Perburuan teroris di Indonesia terus dilakukan, terbaru lima terduga teroris berhasil ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di dua lokasi berbeda di Sulawesi.

“Densus 88 AT kembali menangkap lima tersangka teroris,” kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Sabtu 21 Agustus 2021.

Kombes Ramadhan menyebut kelima terduga teroris ini ditangkap pada hari Jumat, 20 Agustus 2021 kemarin. Mereka ditangkap di dua lokasi yang berbeda.

“Penangkapan terhadap lima tersangka di dua provinsi yaitu Sulawesi Selatan satu orang dan Sulawesi Tengah empat orang,” katanya.

Satu tersangka yang ditangkap di Sulawesi Selatan diketahui tergabung dalam jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Sedangkan empat teroris lainnya yang ditanglap di Sulawesi Tengah tergabung dalam kelompok teroris JI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PSN di Papua Berdampak Penguatan Ekonomi Masyarakat Lokal

*) Oleh: Yohanes MuribProgram Strategis Nasional (PSN) yang saat ini dijalankan pemerintah merupakansalah satu instrumen penting dalam memperkuat fondasi pembangunan Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Selain diarahkan untuk memperkuatketahanan pangan nasional, program ini juga membawa misi yang lebih luas, yaknimenciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan hingga ke daerah-daerah. Papua menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untukmemperoleh manfaat dari implementasi program tersebut. Dengan kekayaan sumberdaya alam, keragaman pangan lokal, dan posisi strategis di kawasan timur Indonesia, Papua memiliki peluang untuk menjadi bagian penting dalam agenda pembangunannasional.Dalam pandangan Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum, Steve Mara, PSN merupakan langkah strategis yang menunjukkan keseriusan pemerintah di bawahkepemimpinan Presiden Prabowo Subianto...
- Advertisement -

Baca berita yang ini