40 Penghuni Ponpes di Depok Positif Covid-19, Kembali Zona Merah?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-40 santri dan pengasuh sebuah pondok pesantren di Bojongsari Depok dilaporkan positif Covid-19. Kasus itu bermula saat ada seorang santri yang diketahui positif. Kemudian dilakukan tracing terhadap 60 orang yang kontak erat dan diketahui 39 orang ikut terpapar.

“Jadi di salah satu pesantren ada terkonfirmasi positif,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana, Rabu 11 November 2020.

Dengan adanya laporan tersebut, pihaknya melakukan mitigasi yaitu dengan melakukan swab test kepada santri dan pengasuh ponpes.

Dikatakan Dadang, untuk santri yang yang negatif kini dipulangkan. Sedangkan, yang positif diisolasi sementara di pesantren. “Lalu yang negatif saat ini oleh puskesmas dan satgas kecamatan dipulangkan, nah yang positif diisolasi sementara di pesantren,” katanya.

Selain itu, santri yang belum menjalani swab pun kemudian menjalankan isolasi di pesantren. Pihaknya akan bekerjasama dengan RSUI untuk melakukan swab massal di ponpes tersebut.

“Rencana kita akan kerjasama dengan RSUI untuk melakukan swab massal terhadap lebih kurang 300 santri dan pengasuhnya, insya allah dalam minggu ini,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini