30 Sapi Perah Terindikasi PMK, DKPP Kota Bogor Lakukan Uji Klinis

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit hewan ternak seperti sapi di Kota Bogor kini semakin meluas, kabarnya ditemukan kembali sapi perah terindikasi PMK di kawasan Kebon Pedes (Bondes), Kecamatan Tanah Sareal.

Sebelumnya telah dikonfirmasi adanya sapi yang positif PMK Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak sebanyak tujuh ekor, kini sapi yang positif sedang diisolasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Anas Rasmana mengatakan bahwa tim dokter hewan dari DKPP menemukan ada 30 ekor sapi perah yang mengalami gejala PMK.

“Tim kami menemukan ada gejala PMK, jumlahnya ada sekitar 30, ada sedikit yang menunjukan gejala PMK. Kami sudah datang kesana memberikan arahan, membatasi keluar masuk orang,” kata Anas melalui keterangannya, pada Jumat 10 Juni 2022.

Selain penyekatan jalan bagi kendaraan pengangkut hewan ternak salah satu upaya pencegahan yang dilakukan DKPP Kota Bogor adalah dengan memberikan suplemen herbal yang terbuat dari bahan alami. Suplemen tersebut sudah aman digunakan dan dinilai sangat efektif untuk menyembuhkan gejala PMK yang menjangkit sapi.

“Kita berikan vitamin herbal, apalagi ini sapi perah kalau tertular cukup parah dampaknya. Kita nanti akan lakukan PCR, kita akan meminta bantuan balai untuk mengecek, kalau terbukti PMK kita akan datangkan dokter hewan kesana, untuk merawat secara intensif,” kata Anas.

Saat ini pihaknya tengah melakukan uji klinis dan masih menunggu hasil labolatorium terhadap 30 sapi yang terindikasi PMK.

“Kalau pemeriksaan klinis sudah dan kalau lab kan harus menunggu, mudah-mudahan hari senin sudah ada keputusan,” jelas Anas.

“Yang terpenting bukan positif atau negatifnya tapi perawatannya, saya yakin peternak di sana sudah paham betul bagaimana cara merawat sapi tersebut,” katanya.

Anas juga menjelaskan bahwa susu sapi yang terjangkit PMK ini masih aman untuk dikonsumsi jika sudah dimasak dengan kurun waktu lima menit setelah diperas.

“Penjualan diperbolehkan, daging dan susu hewan yang terkena aman untuk di konsumsi, yang harus hati-hati untuk di konsumsi pada bagian kepala, kaki dan jeroan dan tidak di rekomemdasikan untuk dikonsumsi,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengulik Strategi Gerindra di Pilkada Sleman, Gabung Koalisi dulu sambil Jalan Pilih Kandidat Potensial

Mata Indonesia, Sleman- Peta politik untuk pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sleman terus berkembang dinamis menjelang Pilkada Sleman 2024. Sejumlah partai politik aktif membentuk koalisi strategis, salah satunya adalah DPC Gerindra Sleman.
- Advertisement -

Baca berita yang ini