Cita-cita untuk Mengurangi Kesenjangan di Papua Sudah Mulai Terwujud

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Cita-cita untuk mengurangi kesenjangan ekonomi di wilayah Papua sudah mulai terwujud. Sekretaris Bappeda Provinsi Papua Adolof Kambuaya menilai hal tersebut sudah terlihat dari sejumlah upaya pemerintah pusat.

“Cita-cita Provinsi Papua sudah mulai terwujud, bagaimana kurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua, bagaimana berikan kesempatan yang luas bagi Orang Asli Papua (OAP), kita berterima kasih kepada Kementerian PUPR dan daerah, mari kita bersama-sama bersinergi,” kata Adolof.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini upaya tersebut juga sudah sesuai dengan Visi dan Misi Provinsi Papua. Terutama dalam hal mewujudkan konektivitas antar wilayah melalui pembangunan infrastruktur.

“Hal itu sudah terbukti dari pembangunan infrastruktur dari Merauke hingga ke perbatasan Papua Barat, Nabire. Ini sudah kita ikuti bersama baik yang dilaksanakan oleh KemenPUPR dan daerah melalui kewenangan yang diberikan oleh pusat kepada kami melalui dana tambahan infrastruktur,” kata Adolof.

Hal ini dinilai penting untuk mengurangi ketimpangan dan kesenjangan yang terjadi di Papua. Adolof menegaskan bahwa upaya untuk mengatasi kesenjangan itu sudah memperlihatkan kemajuan. Meski demikian, ia tetap meminta agar perhatian juga diberikan kepada beberapa wilayah adat yang ada di Papua yang meliputi wilayah Adat Saereri, Wilayah Adat Ha Anim, Wilayah Adat Mamta, Wilayah Adat Leepago dan Wilayah Adat Meepago.

Jalan Trans-Papua yang melewati wilayah-wilayah adat ini diharapkan bisa mendorong perekonomian di wilayah tersebut. Terutama dalam mengoptimalkan sumber daya alam dan masyarakat lokal yang ada di masing-masing wilayah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini